HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango memilih pendekatan spiritual sebagai fondasi dalam memperkuat integritas Aparatur Sipil Negara (ASN). Ratusan abdi negara memadati Masjid Baitul Haq Islamic Center untuk mengikuti kegiatan zikir dan doa bersama yang digelar pada Jumat 10 April 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, melainkan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk membentuk karakter aparatur yang tidak hanya mahir secara administratif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dalam melayani masyarakat.
Sekretaris Daerah Bone Bolango, Iwan Mustapa, dalam sambutannya menekankan, tantangan pemerintahan yang semakin kompleks menuntut ASN untuk memiliki ketahanan mental yang kuat. Menurutnya, kepintaran intelektual harus sejalan dengan kematangan spiritual agar kualitas birokrasi tetap terjaga.
“Pembinaan mental dan spiritual sangat penting dalam membangun etika kerja. Zikir dan doa bersama ini mampu meningkatkan rasa tanggung jawab kita dalam menjalankan tugas pelayanan publik,” tegas Iwan.
Sekda Iwan berharap, melalui penguatan sisi spiritual ini, ASN di lingkungan Pemkab Bone Bolango dapat menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam konteks profesionalisme kerja maupun perilaku sosial sehari-hari.
Nuansa khidmat semakin terasa saat Ustadz H. Hamdan Zain menyampaikan tausiyahnya yang mengajak para ASN untuk meluruskan niat dan memandang pekerjaan mereka bukan sebagai beban rutinitas, melainkan sebagai bentuk pengabdian.
“Tugas sebagai ASN adalah bentuk pengabdian yang bernilai ibadah jika dijalankan dengan niat yang tulus dan ikhlas. Setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat merupakan bagian dari tabungan kebaikan kita,” ujar Ustadz Hamdan.
Acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan diakhiri dengan doa bersama untuk kemajuan daerah ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpegawai.
Pemkab Bone Bolango menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan pembinaan mental sebagai bagian integral dari reformasi birokrasi. Dengan memperkuat integritas melalui pendekatan spiritual, pemerintah optimistis dapat mendorong terciptanya pelayanan publik yang lebih berkualitas, transparan, dan akuntabel di masa depan.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














