Example floating
Example floating
BISNIS

Bukti MBKM Berdayakan Masyarakat, Mahasiswa UNG Sukses Ciptakan Produk Baru Khas Olele

0
×

Bukti MBKM Berdayakan Masyarakat, Mahasiswa UNG Sukses Ciptakan Produk Baru Khas Olele

Sebarkan artikel ini
Produk Khas Desa Olele Abon Ikan Tuna yang dibuat melalui pemberdayaan masyarakat yang didampingi Tim MBKM Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (Foto: Tim MBKM)

HIMPUN.ID Komitmen Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Negeri Gorontalo dalam memberdayakan masyarakat kembali dibuktikan dengan terciptanya produk baru yang diciptakan.

Bersama kelompok PKK Fishpreneur, Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, Mahasiswa Fakultas Teknologi Perikanan Universitas Negeri Gorontalo, Al Ridho Hidayat Hamzah, bersama Tim MBKM melakukan pendampingan dalam pengolahan hasil laut menjadi sebuah produk yang memiliki nilai rupiah yang menjanjikan.

Memanfaatkan Ikan Tuna yang menjadi komoditas utama Desa Olele, Tim MBKM UNG menciptakan produk Abon Ikan Tuna. Sedangkan, untuk sisa hasil produksi, diolah menjadi kaldu cair agar limbahnya tidak terbuang. Melakukan terobosan ini, penerapan prinsip zero waste terimplementasi melalui pemanfaatan seluruh bagian ikan. Kini, produk tersebut telah dikemas secara modern dan sudah siap dipasarkan sebagai produk khas Desa Olele.

Pemasaran produk Abon Ikan Tuna, terbukti mampu mendongkrak nilai ekonomi tuna secara signifikan. Apabila tuna segar dijual dengan harga yang fluktuatif dan memiliki daya simpan terbatas, maka abon dan kaldu cair memiliki potensi nilai jual 2 hingga 3 kali lipat lebih tinggi.

Dengan daya tahan 6-12 bulan, kemasan yang menarik, serta target pasar yang lebih luas hingga ritel modern dan e-commerce, produk ini berpeluang besar meningkatkan pendapatan UMKM dan memperkuat daya saing ekonomi masyarakat pesisir Desa Olele.

Produk Abon Ikan Tuna dan Kaldu Cair dari Limbah Tuna memiliki keunggulan, diantaranya:

1. Abon Ikan Tuna

– Kandungan protein tinggi dan bergizi
– Praktis, siap saji, dan memiliki daya simpan lama
– Cocok dijadikan oleh-oleh khas Desa Olele
– Dikemas modern dan memiliki nilai jual yang stabil

2. Kaldu Cair dari Limbah Ikan Tuna

– Hasil pemanfaatan limbah, mendukung zero waste_
– Rasa gurih alami dan kaya nutrisi
– Praktis sebagai penyedap masakan
– Menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah perikanan.

Lebih lanjut, Al Ridho Hidayat Hamzah, mewakili Tim MBKM UNG menegaskan, program ini adalah wujud nyata sinergi kampus dengan desa.

“Melalui MBKM kami ingin menunjukkan bahwa potensi perikanan Olele tidak hanya bisa dijual dalam bentuk segar. Dengan diolah menjadi Abon Tuna dan Kaldu Cair, nilai jualnya meningkat, limbah berkurang, dan identitas Desa Olele sebagai pusat olahan perikanan berbasis potensi lokal semakin kuat. Kami optimis produk ini dapat dikenal luas hingga ke pasar nasional,” ungkap Al Ridho Hidayat usai memberikan pendampingan, Kamis 30 Juli 2026.

Selain produksi, Tim MBKM juga memberikan pelatihan meliputi teknik pengolahan pangan, desain kemasan, strategi branding, pemasaran digital, hingga pengembangan usaha mikro agar produk berkelanjutan dan kompetitif.

Dengan inovasi ini, Desa Olele yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata bahari, kini mulai berkembang menjadi sentra produk olahan perikanan yang inovatif, berkualitas, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.(Rls)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *