HIMPUN.ID – Respon terhadap tindakan perusahaan tambang PT. Gorontalo Mineral yang memasang papan peringatan di tiga titik lokasi pertambangan rakyat, memicu perlawanan dari kalangan masyarakat penambang rakyat Kabupaten Bone Bolango.
Terinformasi, para penambang akan menggelar Konsolidasi Akbar pada Selasa 8 April 2025, bertempat di GOR Boludawa pukul 13.00 WITA.
Konsolidasi ini mengusung tema tegas dan penuh perlawanan: “Penambang Rakyat Melawan” yang dikoordinir langsung oleh Fajar Wartabone, tokoh masyarakat yang juga merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango.
Fajar Wartabone menyatakan bahwa tindakan PT. Gorontalo Mineral yang memasang papan peringatan di area pertambangan rakyat adalah bentuk arogansi korporasi yang mengabaikan realitas sosial dan ekonomi masyarakat lokal.
“Pemasangan papan peringatan oleh perusahaan itu bukan hanya provokatif, tapi juga mencerminkan bahwa mereka tidak mengakui keberadaan penambang rakyat yang selama ini menggantungkan hidup di wilayah itu. Ini bentuk intimidasi terselubung,” ujar Fajar dalam keterangan resminya, diterima himpun.id, Minggu 6 April 2025.
Konsolidasi ini terbuka untuk seluruh masyarakat penambang rakyat di Kabupaten Bone Bolango, termasuk tokoh adat, pemuda, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang menolak ketidakadilan atas pengelolaan sumber daya alam di wilayah mereka sendiri.
Menurut informasi yang beredar, papan peringatan yang dipasang perusahaan itu telah memicu keresahan dan ketegangan di lapangan.
Tiga titik lokasi tambang yang dipasangi papan tersebut selama ini merupakan sumber mata pencaharian warga setempat secara turun-temurun.
“Kegiatan konsolidasi ini akan menjadi ajang untuk menyatukan suara dan sikap bersama atas nama kedaulatan penambang rakyat, serta menyusun langkah strategis ke depan dalam menghadapi ancaman penggusuran oleh kepentingan korporasi,” tegas Fajar.
Fajar menegaskan perjuangan ini bukan sekadar demi tambang, tetapi demi kedaulatan rakyat atas tanah dan penghidupan mereka sendiri.
“Dengan situasi yang makin menekan penambang kecil melalui aturan-aturan yang pro-korporasi, konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi rakyat untuk bersatu dan menunjukkan bahwa suara mereka tidak bisa lagi diabaikan,” Imbuh Fajar.
Fajar bersama anak dan cucu para pejuang Kemerdekaan Gorontalo meminta kepada negara untuk memikirkan kesejahteraan Masyarakat penambang yang ada di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
“Saya bersama anak-anak dan cucu para pejuang kemerdekaan Gorontalo meminta kepada negara untuk tidak menutup mata terhadap nasib masyarakat penambang di Bone Bolango. Kami bukan menolak investasi, tapi kami hanya meminta sedikit ruang untuk rakyat bertahan hidup,” tegas Fajar.
Fajar menilai, di tengah gencarnya program hilirisasi dan eksploitasi sumber daya alam, negara seharusnya tidak melupakan kelompok masyarakat kecil yang hidup bergantung pada kekayaan alam secara tradisional.
“Berikan sedikit saja ruang hidup untuk rakyat. Jangan semuanya diserahkan kepada korporasi besar. Di tanah ini, rakyat sudah menggali dengan tangan mereka sendiri jauh sebelum izin-izin tambang masuk,” tutup Fajar.
Terinformasi, papan peringatan di tiga titik lokasi tambang emas Suwawa itu: titik Bor 1, 3 dan 9, tertuliskan pemberitahuan agar masyarakat menghentikan aktivitas dan mengosongkan lokasi.
Hingga berita ini diterbitkan, himpun.id telah menghubungi pihak PT Gorontalo Minerals, melalui pesan di WhatsApp, namun belum mendapatkan jawaban.*














