Example floating
Example floating
Pemda Bolsel

Bupati Iskandar Paparkan Strategi Ekonomi Syariah dan Akses Keuangan Bolsel di Forum HLM BI Sulut

0
×

Bupati Iskandar Paparkan Strategi Ekonomi Syariah dan Akses Keuangan Bolsel di Forum HLM BI Sulut

Sebarkan artikel ini
Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru saat melakukan penandatanganan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rangkaian kegiatan High Level Meeting (HLM) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Senin, 23 Februari 2026 (Foto: Himpun.id/Hms Pemda).

HIMPUN.ID Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Iskandar Kamaru, memaparkan strategi konkret penguatan akses keuangan daerah dan pengembangan ekonomi syariah berbasis pangan lokal dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Senin, 23 Februari 2026.

Langkah strategis ini disampaikan dalam forum yang merangkaikan rapat koordinasi TPID, TP2DD, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, jajaran kepala daerah, pimpinan perbankan, serta instansi vertikal lainnya.

Dalam paparannya, Bupati Iskandar menekankan, program Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Bolsel merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan Bank Indonesia.

Program ini diselaraskan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam menjamin ketersediaan pangan bergizi dan halal, serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis dan target Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

“Program KDEKS ini adalah upaya nyata kami menjamin pangan yang aman, sehat, dan halal. Kami ingin ekosistem halal di Bolsel tumbuh kuat dari hulu ke hilir untuk memberi nilai tambah ekonomi daerah,” ujar Iskandar.

Saat ini, Bolsel telah memiliki infrastruktur penunjang berupa empat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan 20 Rumah Pemotongan Unggas (RPU).

Namun, Iskandar mengakui tantangan utama terletak pada keterbatasan sumber daya manusia, di mana baru terdapat empat tenaga Juru Sembelih Halal (Juleha) yang tersertifikasi.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Bolsel berkomitmen memperluas sertifikasi Juleha melalui kerja sama dengan Kementerian Agama dan mitra strategis lainnya demi meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan lokal.

Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulut, 15 kabupaten/kota, dan Bank SulutGo terkait optimalisasi PAD. Selain itu, diteken pula MoU dukungan program KDEKS khusus untuk sertifikasi halal RPU di Bolsel.

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memberikan apresiasi atas progres pembangunan di daerah, termasuk Bolsel yang mencatatkan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 69 menjadi 70,3 persen.

Yulius menegaskan, daerah yang sedang berkembang seperti Bolsel akan terus menjadi prioritas penguatan program Pemerintah Provinsi guna mencapai pemerataan ekonomi di Sulawesi Utara.(Infotorial)

Reporter: Marcelino Mahmud
Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *