HIMPUN.ID – Angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo mencatatkan lompatan signifikan pada tahun 2025 dengan menyentuh angka 5,71 persen. Capaian ini melampaui performa tahun sebelumnya yang tertahan di angka 4,42 persen.
Sejalan dengan itu, kualitas hidup masyarakat juga terkerek naik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tumbuh dari 70,96 menjadi 71,45, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan dari 16,43 persen menjadi 14,89 persen dalam setahun terakhir.
Deretan data statistik yang menggembirakan tersebut menjadi poin krusial yang dipaparkan Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam forum resmi Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gorontalo, Senin 6 April 2026.
Agenda ini merupakan kewajiban konstitusional Pemerintah Daerah untuk melaporkan progres pembangunan dan penggunaan anggaran kepada lembaga legislatif sebagai perwakilan rakyat.
Dalam sambutannya di ruang sidang paripurna, Sofyan Puhi menegaskan, geliat ekonomi ini merupakan hasil dari kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin bergeliat, termasuk efektivitas kebijakan pembangunan guna mendorong sektor-sektor pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gorontalo,” ujar Sofyan di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.
Lebih lanjut, Orang nomor satu di jajaran Pemda Kabgor itu menekankan, keberhasilan menekan angka kemiskinan dan meningkatkan IPM tidak lepas dari peran DPRD sebagai mitra strategis pemerintah. Sinergi dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama arah pembangunan tetap berada di jalur yang benar.
“Capaian ini merupakan konsistensi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan akses pelayanan, dan peran khusus DPRD sebagai lembaga mitra daerah,” tambahnya.
Rapat Paripurna LKPJ ini menjadi pijakan penting bagi DPRD untuk melakukan evaluasi mendalam sebelum memberikan rekomendasi atas kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun 2025 demi kemaslahatan masyarakat Kabupaten Gorontalo ke depan.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














