Example floating
Example floating
DAERAHGorontalo

Demonstrasi Aliansi Merah Putih di Gorontalo Berujung Ricuh

0
×

Demonstrasi Aliansi Merah Putih di Gorontalo Berujung Ricuh

Sebarkan artikel ini
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam "Aliansi Merah Putih" mulakukan demonstrasi, di Simpang Lima Telaga, Senin 1 September 2025. (Foto: himpun.id/Usman Anapia)

HIMPUN.ID – Demonstrasi yang dilakukan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Merah Putih” berujung ricuh, di Simpang Lima Telaga, Kota Gorontalo, Senin 1 September 2025.

Kronologinya, mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Merah Putih” setelah beberapa jam menyampaikan aspirasi, memutuskan membakar ban bekas di atas jembatan telaga simpang lima.

Tindakan ini sebagai bentuk kekecewan ratusan mahasiswa yang hingga menjelang magrib tidak ditemui Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.

Anggota kepolisian yang mengamankan aksi mengambil tindakan tegas dengan memadamkan api menggunakan air dari mobil Water cannon, menembakkan gas air mata, dan ‘memukul’ mundur mahasiswa.

Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gubernur Gorontalo, Alvian Mato, saat dikonfirmasi menjelaskan, Gubernur Gorontalo sudah menuju lokasi domontrasi di Simpang Lima Telaga, setelah menerima massa aksi di Bundaran Saronde.

Namun kata Alvian, Gubernur Gusnar masih menyempatkan waktu untuk sholat Magrib.

“Di bundaran patung saronde pak Gub/Wagub dan Kapolda terima (massa aksi). Demo bertema Sidang rakyat di bundaran HI selesai 17.50 WITA, setelah itu pak Gub/Wagub dan Kapolda menuju masa aksi di bundaran telaga, cuman masih singga sebentar sholat magrib. Ternyata massa aksi di telaga s terlanjur cheos,” terang Alvian.

Sebelum dibubarkan oleh pihak kepolisian, mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Merah Putih” telah menyampaikan beberapa aspirasi.

Ridwan Ismail salah satu orator menyampaikan, kritik tajam terhadap tunjangan para anggota DPR RI di tengah efisiensi anggaran serta menyoroti lemahnya transparansi.

Dalam orasinya, Ridwan menegaskan, perjuangan mahasiswa menuntut keadilan harus terus dilanjutkan.

Selain itu, Ridwan juga mewakili masa aksi menyampaikan dorongan pengesahan RUU Perampasan Aset.

“Kami mendesak agar RUU Perampasan Aset segera disahkan,” ujar Ridwan dalam aksi tersebut.

Ridwan menilai pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi langkah konkret untuk mengembalikan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi.

Ridwan menyerukan agar mahasiswa dan rakyat tetap bersatu dalam memperjuangkan keadilan sosial.

Dalam aksi tersebut, massa aksi juga menuntut keadilan atas meninggalnya pengemudi ojek online bernama Affan Kurniawan, akibat dilindas kendaraan taktis Brimob.

Tuntutan massa aksi juga mengutuk pernyataan Ahmad Sahroni yang menyebut orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia.”

Terinformasi, massa yang tergabung dalam “Aliansi Merah Putih” berasal dari 39 Ormawa, dan ada beberapa massa aksi diamankan petugas saat kericuhan terjadi.*

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *