Example floating
Example floating
DPRD Provinsi Gorontalo

Doa dan Duka Dalam HUT Gorontalo Ke-25, DPRD Ajak Kenang Jasa Pahlawan Sambil Prihatin Musibah Banjir di Sumatera

0
×

Doa dan Duka Dalam HUT Gorontalo Ke-25, DPRD Ajak Kenang Jasa Pahlawan Sambil Prihatin Musibah Banjir di Sumatera

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Idrus M. Thomas Mopili bersama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail beserta pejabat lainnya usai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo Ke-64 dalam rangka memperingati HUT Provinsi Gorontalo Ke-25 di Ruang Sidang Paripurna, Jumat 5 Desember 2025 (Foto: Himpun.id/Fadli Sukriani Melu).

HIMPUN.ID Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo secara resmi membuka Rapat Paripurna ke-64 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Gorontalo.

Sidang yang mengangkat tema “Bangun Gorontalo untuk Indonesia Maju” tersebut digelar khidmat di Ruang Paripurna pada Jumat, 5 November 2025.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan Kalam Illahi oleh Husni Idrus, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Seluruh rangkaian sidang Paripurna kemudian dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Idrus Thomas Mopili, yang menandai pembukaan resmi dengan tiga ketukan palu.

Dalam sambutannya, Idrus Thomas Mopili menyampaikan, peringatan ini tidak lepas dari rasa duka cita.

Thomas menyatakan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah banjir bandang dan longsor yang baru-baru ini melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“DPRD mengajak seluruh masyarakat Gorontalo untuk mendoakan serta membantu para korban,” ujar Thomas Mopili.

Mengacu pada Peraturan Daerah Provinsi Gorontalo Nomor 9 Tahun 2015 yang menetapkan tanggal 5 Desember sebagai HUT Provinsi, Thomas Mopili juga mengajak seluruh hadirin untuk mengenang jasa para tokoh dan relawan yang telah berjuang dalam proses pembentukan Provinsi Gorontalo.

Pimpinan DPRD tersebut berharap, peringatan HUT ke-25 ini menjadi momentum penting untuk:

1. Memperkuat nilai budaya dan kearifan lokal.
2. Memperkokoh semangat Huyula (gotong royong) sebagai fondasi pembangunan daerah.
3. Menjaga jati diri daerah sesuai falsafah “Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah.”

Thomas Mopili juga mendoakan masyarakat dan pemimpin daerah agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas dan membangun Gorontalo menjadi lebih baik.(Adv)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *