Example floating
Example floating
Pemda Boalemo

Gandeng BPIFK di Bali, Bupati Rum Pagau Dorong Kain Sulam Karawo Tembus Industri Fesyen Global

0
×

Gandeng BPIFK di Bali, Bupati Rum Pagau Dorong Kain Sulam Karawo Tembus Industri Fesyen Global

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Bupati Boalemo, Dr. Rum Pagau, M.Pd., bersama Balai Pengujian Industri dan Fesyen Kriya (BPIFK) di Kabupaten Badung, Bali, Selasa 20 Oktober 2026 (Foto: Himpun.id/hms Pemda Boalemo).

HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus melakukan terobosan strategis untuk memacu komoditas kriya lokal agar mampu bersaing di kancah nasional hingga mancanegara melalui standardisasi mutu dan inovasi desain.

Langkah konkret tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Bupati Boalemo, Dr. Rum Pagau, M.Pd., bersama Balai Pengujian Industri dan Fesyen Kriya (BPIFK) di Kabupaten Badung, Bali, Selasa 20 Oktober 2026.

Pada momentum yang sama, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Boalemo turut mengeksekusi Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis bersama BPIFK guna mengawal implementasi pendampingan di tingkat perajin.

Dalam penjelasannya, Bupati Rum Pagau menekankan, kerja sama lintas lembaga ini difokuskan untuk mendorong modernisasi dan penguatan kualitas produk unggulan daerah, khususnya kain sulam karawo sebagai warisan seni bernilai tinggi khas Gorontalo.

“Kerja sama ini adalah wujud sinergi konkret antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Kita ingin ada dorongan nyata bagi pertumbuhan UMKM di Boalemo agar kelasnya meningkat dan memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Rum usai penandatanganan MoU.

Melalui kemitraan teknis bersama BPIFK, perajin karawo di Kabupaten Boalemo akan mendapatkan fasilitasi pengujian mutu, sertifikasi produk, hingga pengembangan diversifikasi desain dan teknik pewarnaan yang adaptif terhadap tren fesyen global.

Rum membeberkan, sentuhan inovasi dan penjaminan kualitas merupakan kunci utama agar hasil kerajinan warga Boalemo tidak sekadar menjadi produk lokal, melainkan mampu menembus rantai pasok industri fesyen nasional maupun internasional.

Selain akselerasi mutu kriya, skema pembinaan ini mengintegrasikan penguatan manajemen usaha serta pembukaan jaringan akses pemasaran digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mengakhiri keterangannya, Rum menegaskan, Pemkab Boalemo akan mengawal ketat implementasi pascapenandatanganan agar program pendampingan teknis di lapangan berjalan terukur dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi pendapatan para perajin lokal.(Adv)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *