HIMPUN.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang pertama untuk periode 2024-2029, Selasa 9 September 2025.
Perayaan ini dirangkaikan dengan aksi penanaman ratusan pohon di halaman Kantor DPRD, sebuah kegiatan yang diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan di kalangan anggota dewan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, yang akrab disapa Femmy, menyoroti makna mendalam di balik kegiatan penanaman pohon.
Menurut Femmy, penanaman pohon bukan hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah simbol untuk menanamkan sikap kepedulian anggota dewan terhadap kelestarian lingkungan.
“HUT DPRD Ke-1 ini, kami menanamkan pohon di halaman Kantor DPRD. Ditanamkan kepada kami semua anggota DPRD agar peduli lingkungan,” ujar Femmy dengan penuh harap.
Selain fokus pada lingkungan, Femmy juga memanfaatkan momen perayaan HUT DPRD ini untuk menyampaikan pesan penting kepada seluruh anggota legislatif (Aleg).

Femmy menekankan perlunya peningkatan kepekaan dan responsivitas terhadap aspirasi masyarakat.
“InsyaAllah dengan perayaan ini, kami lebih meningkat lagi untuk peka pada masyarakat,” tambah Femmy, menunjukkan komitmen DPRD untuk lebih dekat dengan rakyat.
Sebagai penutup, politisi perempuan dari Partai Amanat Nasional ini menegaskan, DPRD Provinsi Gorontalo tidak akan anti terhadap kritikan. Sebaliknya, DPRD berkomitmen untuk menerima semua kritik, koreksi, serta aspirasi yang datang dari masyarakat dengan lapang dada.
“Semua kritik, koreksi, dan aspirasi insyaAllah kami akan selalu terima dengan lapang dada. Karena, kami yakin koreksi dan kritik itu bentuk cinta mahasiswa dan rakyat,” tutup Femmy, menggarisbawahi pentingnya partisipasi publik dalam menjalankan fungsi legislatif.
Kegiatan penanaman pohon dan pesan-pesan yang disampaikan dalam perayaan HUT ke-1 ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi DPRD Provinsi Gorontalo periode 2024-2029 dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat, dengan menjunjung tinggi kepedulian lingkungan dan kepekaan sosial.*
Reporter: Fadli Sukriani Melu














