Meski Terbilang Muda, Hendra Akui RSUD Iwan Bokings Sudah Banyak Inovasi yang Dilahirkan

Direktur RSUD Iwan Bokings dr. Hendra, saat diwawancarai di ruang kerjanya. (Foto :Himpun.id/Abdurrahman Agunta)

HIMPUN.ID – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Iwan Bokings, dr. Hendra Sp.Rad., menuturkan, meski umur rumah sakit masih terbilang muda, sudah banyak inovasi yang dilahirkan.

“Khususnya layanan-layanan kesehatan, berupa spesialis dasar seperti spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, spesialis anak dan spesialis kandungan,” kata dr. Hendra saat diwawancarai di ruang kerja, Jumat 16 September 2022.

Diungkapkan Hendra, hal ini atas kerja keras seluruh manajemen RSIB, bersama pemerintah daerah dan masyarakat.

Hendra mengungkapkan, mulai tahun 2023 pada bulan mei nanti, RSIB telah membuka layanan operasi, sehingga masyarakat tidak perlu lagi merujuk pasien ke rumah sakit lain.

“Saya memaksimalkan potensi-potensi yang ada, bahkan SDM terus kami upgrade,” ungkapnya.

Baca juga:Banyak Ukir Prestasi, Pemda Boalemo Apresiasi Kinerja Ketua PMI Rensi Makuta

Advertisement

Hendra berharap, untuk lebih maksimalkan pelayanan rumah sakit Iwan Bokings, pihak RSUD membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah dan lembaga legislatif.

“karena kami merencanakan yang terbaik untuk rumah sakit, dari segi pelayanan tentu didukung oleh Pemerintah Daerah, dan DPRD dalam menyempurnakan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh RSIB dalam menunjang pelayanan kesehatan,” pungkasnya.

Sekda Boalemo Apresiasi Inovasi RSUD Iwan Bokings

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Sherman Moridu, menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dilahirkan oleh RSUD Iwan Bokings.

“Luar biasa, dihari ulang tahun yang ke-2, telah melaunching Bank darah, kemudian persiapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), dan inovasi SIRUPAWAN (Green Hospital),” ucap Sherman saat menghadiri HUT Ke-2 RSUD Iwan Bokings berlangsung di halaman RSIB, Jumat 16 September 2022.

Menurut Sherman, dengan inovasi tersebut, sangat berguna bagi masyarakat Boalemo, khususnya masyarakat kecamatan Paguyaman dan Wonosari.

“Tentunya ini sangat tepat inovasinya, karena rumah sakit ini berada di jalan trans Sulawesi, tentunya rumah sakit ini harus didukung bagaimana rumah sakit juga bersih,” ujarnya.

Terakhir Sherman menjelaskan, dampak dari pada inovasi tersebut, akan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID).

“Dampak dari pada inovasi ini, kita akan dapatkan Dana Insentif Daerah (DID), yang dulunya kita dapat nol (0), tapi dengan kita melaksanakan inovasi, kita sudah dua kali mendapatkan dana insentif, baik insentif reguler maupun dana insentif tambahan,” tutup Sherman Moridu.

Advertisement

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini