HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus mempercepat transformasi digitalisasi tata kelola keuangan dan pendapatan daerah melalui skema transaksi non-tunai.
Langkah strategis tersebut dibahas dalam rapat koordinasi teknis bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Gorontalo yang dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo, Senin 26 Oktober 2026.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menjelaskan, agenda pendalaman bersama Bank Indonesia tersebut dirancang untuk memperkuat implementasi program digitalisasi pendapatan daerah sekaligus menindaklanjuti capaian prestasi yang diraih daerah.
“Memang kami pada tahun ini, kami dapat penghargaan TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) terbaik pertama se-Sulawesi,” ungkap Sofyan.
Sofyan Puhi mengungkapkan, atas capaian prestasi tersebut, Pemkab Gorontalo berkomitmen melakukan penataan yang lebih matang dengan segera meluncurkan serta menerapkan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD).
Sebagai langkah awal, skema penggunaan kartu kredit pemerintah tersebut akan diuji cobakan pada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.
“Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup, Dinas Ekonomi Kreatif, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, dan kemudian Dinas Perindag,” ujar Sofyan.
Lebih lanjut, Sofyan Puhi menegaskan, penerbitan kartu kredit pemerintah ini bertujuan untuk mengalihkan seluruh proses transaksi keuangan menjadi berbasis digital tanpa lagi menggunakan uang tunai (cashless).
Menurut Sofyan Puhi, sistem digitalisasi ini akan mempercepat transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas pencatatan kas daerah se real-time.
“Agar akses bisa secara cepat serta akuntabel, ketika ada transaksi, langsung terbaca di pendapatan daerah, dan empat bulan terakhir bakal kami laksanakan sistemnya,” pungkas Sofyan.(Adv)
Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu














