Example floating
Example floating
DPRD Provinsi Gorontalo

Refleksi HUT Kemerdekaan RI, Ridwan Monoarfa Suarakan Pentingnya Kemerdekaan Ekonomi Rakyat Gorontalo

0
×

Refleksi HUT Kemerdekaan RI, Ridwan Monoarfa Suarakan Pentingnya Kemerdekaan Ekonomi Rakyat Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa (Edit Foto DP).

HIMPUN.ID Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan secara lebih substantif. Kemerdekaan tidak cukup hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus dirasakan rakyat dalam bentuk kemampuan untuk hidup mandiri dan menentukan masa depannya sendiri.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, melalui keterangan pers, Senin 17 Agustus 2026, sebagai refleksi memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Menurut Ridwan, salah satu pertanyaan penting yang perlu diajukan dalam momentum kemerdekaan adalah, sejauh mana kemerdekaan telah membebaskan rakyat dari berbagai bentuk ketergantungan.

“Bagaimana kita bisa merdeka dari ketergantungan, baik ketergantungan terhadap pusat maupun ketergantungan terhadap anggaran pemerintah? Bagaimana kita memerdekakan rakyat secara ekonomi sehingga mereka bisa mandiri?” ujar Ridwan.

Ridwan menegaskan, pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk hadir melalui kebijakan dan anggaran. Namun, kehadiran pemerintah tidak boleh berhenti pada pola pemberian bantuan.

Menurutnya, intervensi pemerintah harus diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat agar semakino produktif, memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan, serta mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

“Pemerintah harus hadir untuk membangun kemampuan masyarakat. Bantuan jangan hanya membuat masyarakat bertahan, tetapi harus membuat mereka naik kelas dan pada akhirnya mampu mandiri,” ungkap Ridwan.

Ridwan menilai, ukuran keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dapat dilihat dari berapa besar anggaran yang dibelanjakan atau berapa banyak bantuan yang disalurkan. Ukuran yang lebih penting adalah perubahan kemampuan masyarakat setelah mendapatkan intervensi pemerintah.

“Kalau setelah menerima program masyarakat tetap bergantung, berarti ada yang harus kita evaluasi. Keberhasilan pemberdayaan adalah ketika masyarakat semakin produktif, pendapatannya meningkat, dan mampu mengembangkan kehidupannya tanpa terus-menerus menunggu bantuan,” ujarnya.

Karena itu, menurut Ridwan, kebijakan pembangunan di Gorontalo harus semakin diarahkan pada penciptaan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sektor pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, dan berbagai sektor produktif lainnya harus ditempatkan sebagai fondasi kemandirian daerah.

“Semangat kemerdekaan hari ini adalah membebaskan rakyat dari kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketergantungan,” kata Ridwan.

Politisi Partai NasDem itu mengingatkan, kemerdekaan pada akhirnya harus memiliki ukuran yang konkret dalam kehidupan rakyat.

“Ukuran kemerdekaan bukan hanya seberapa sering kita mengibarkan bendera atau menyelenggarakan upacara. Kemerdekaan juga terlihat dari seberapa mamp(Foto rakyat menghidupi dirinya dengan layak dan menentukan masa depannya sendiri,” tuturnya.

Ridwan menambahkan, pembangunan kemandirian merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, masyarakat, dan generasi muda.

“Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika rakyat semakin berdaya. Tugas negara adalah memastikan keberdayaan itu tumbuh, berkembang, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya.(Adv)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *