HIMPUN.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menemukan sejumlah persoalan serius dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 1 Limboto Barat, Jumat 27 Februari 2026. Temuan ini mencakup kualitas makanan yang buruk hingga adanya dugaan tekanan administratif dari pihak penyedia layanan.
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV Hamzah Muslimin, didampingi Sekretaris Ghalib Lahidjun serta sejumlah anggota komisi lainnya, menerima laporan langsung dari Kepala Sekolah Fitriyani Kamali mengenai lemahnya tata kelola distribusi.
Salah satu poin krusial adalah sistem pengiriman makanan yang dirapel untuk beberapa hari sekaligus, sehingga makanan tidak lagi layak dikonsumsi saat sampai ke tangan siswa.

“Masalah utama terletak pada sistem distribusi makanan yang dipaketkan untuk beberapa hari, dari Senin hingga Rabu, sehingga makanan tidak lagi layak dikonsumsi saat diterima siswa. Selain itu, ditemukan kualitas makanan yang buruk, seperti buah tidak segar, kue kedaluwarsa, hingga telur yang tidak layak konsumsi,” tegas Fitriyani Kamali.
Selain kualitas gizi yang dipertanyakan, pihak sekolah juga mengungkap adanya praktik tekanan dari penyedia SPPG Padengo. Kepala sekolah mengaku diminta menandatangani sekitar 400 bukti penerimaan meskipun pada hari tersebut tidak ada pengiriman makanan. Praktik tersebut ditolak keras oleh pihak sekolah demi menjaga akuntabilitas program.
Keluhan tambahan juga datang dari para siswa yang menilai porsi makanan terlalu sedikit dan jam distribusi yang sering mengganggu aktivitas belajar mengajar. Meski tujuan awal program MBG sangat mulia, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kegagalan dalam mekanisme pengawasan dan operasional.
Menanggapi temuan tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di daerah.
DPRD berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan agar program yang menyasar kebutuhan dasar siswa ini tidak justru menimbulkan persoalan baru atau merugikan kesehatan peserta didik di kemudian hari.(Adv)














