HIMPUN.ID – DPRD Provinsi Gorontalo mendorong pengembangan kawasan transmigrasi di daerah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu tumbuh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo ke Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.
Rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus M. Thomas Mopili, yang diterima secara langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi. Pertemuan strategis ini merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Wamentrans ke kawasan transmigrasi Gorontalo pada Juni 2026 lalu, guna membahas percepatan pembangunan di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan wilayah lainnya.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, menekankan pentingnya sinkronisasi program pengembangan kawasan transmigrasi dengan visi pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian seperti komoditas durian, alpukat, dan rambutan yang didukung penangkaran bibit mandiri.

“Kami ingin pembangunan kawasan transmigrasi tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan komoditas unggulan yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah,” jelas Ridwan.
Dukungan pengembangan wilayah juga disuarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Anas Jusuf. Ia mendorong Kementerian Transmigrasi untuk meninjau kawasan transmigrasi di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, yang dinilai sukses berkembang dan memiliki potensi kuat untuk dikembangkan menjadi Kota Terpadu Mandiri (KTM).
Guna menopang pertumbuhan ekonomi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Hj. Espin Tulie menguraikan, pihak legislatif telah menyerahkan proposal resmi terkait revitalisasi infrastruktur dasar, mencakup perbaikan jalan, jembatan, sarana pendidikan (PAUD hingga SMA), serta perumahan warga transmigran.
“Kami berharap hasil konsultasi ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat transmigrasi benar-benar merasakan manfaat pembangunan yang lebih merata,” ungkap Espin.
Secara lebih terperinci, Anggota Komisi III, Syarifudin Bano, turut menyuarakan aspirasi warga hasil reses di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, khususnya kebutuhan mendesak peningkatan jalan, sekolah, dan akses air bersih di Desa Bukit Aren, Ayumolingo, dan Hiyalo Oyile.
Untuk memastikan seluruh usulan tersebut terealisasi, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Idrus Thomas Mopili menegaskan, agar pemerintah daerah dan legislatif terus bersikap proaktif menjemput bola ke pemerintah pusat.
“Kita tidak bisa hanya menunggu di daerah. Daerah harus proaktif datang ke kementerian untuk mengawal setiap usulan. Alhamdulillah, proposal yang kita sampaikan mendapat respons yang sangat baik dari Wakil Menteri Transmigrasi,” ujar Idrus.
Menanggapi paparan komprehensif dari DPRD Gorontalo, Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, menyambut positif dan menegaskan bahwa Gorontalo memiliki potensi besar dalam peta 154 kawasan prioritas transmigrasi nasional untuk dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.(Adv)














