HIMPUN.ID – Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo melakukan peninjauan lapangan ke Desa Botuwombato, Kabupaten Gorontalo Utara, guna memastikan kesiapan lahan rencana pembangunan Sekolah Garuda, Rabu 22 April 2026. Proyek strategis nasional di sektor pendidikan ini direncanakan menempati lahan seluas 20 hektar yang mencakup tiga desa, yakni Desa Botuwombato, Desa Pontolo Atas, dan Desa Motilango di wilayah perbatasan Kabupaten Gorontalo dan Gorontalo Utara.
Meskipun memiliki urgensi tinggi untuk peningkatan kualitas pendidikan, rencana pembangunan ini menghadapi tantangan serius terkait status penguasaan lahan. Berdasarkan temuan di lapangan, lahan yang menjadi target pembangunan merupakan area produktif yang selama ini dikelola oleh warga setempat sebagai sumber mata pencaharian utama di sektor pertanian.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim mengungkapkan, masyarakat menyampaikan kekhawatiran mendalam mengenai masa depan lahan garapan mereka.
“Masyarakat menyampaikan kekhawatiran terhadap rencana pembangunan ini, karena mereka berharap aktivitas pertanian atau lahan garapan mereka tidak terganggu,” ujar Umar Karim.
Menyikapi aspirasi tersebut, Komisi I berkomitmen untuk menjadi mediator antara kepentingan pemerintah dan hak-hak masyarakat.
Sebagai langkah konkret, DPRD akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk merumuskan solusi strategis yang adil. Tujuannya adalah memastikan program nasional Sekolah Garuda tetap berjalan lancar tanpa harus merugikan ekonomi warga yang telah lama menggantungkan hidup di lahan tersebut.















