HIMPUN.ID – Rabu, 21 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ingin membeli Greenland, karena menurutnya itu satu-satunya cara bagi Amerika Serikat untuk meningkatkan pertahanan.
Pemerintah Denmark dan otoritas otonom Greenland secara tegas menolak tawaran itu, menyatakan bahwa kerja sama pertahanan yang ada saat ini sudah cukup tanpa harus mengorbankan kedaulatan wilayah.
Ada Delapan negara yang memiliki wilayah di Arktik atau Kutub Utara, yakni, Rusia, Amerika Serikat, Kanada, Denmark, Norwegia, Swedia, Finlandia, dan Islandia.
Berikut adalah gambaran mendalam mengenai aset militer delapan negara yang memiliki wilayah di Arktik, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu 21 Januari 2026.
Rusia
Rusia menguasai separuh daratan Arktik. Sejak 2005, Moskow telah memodernisasi puluhan pangkalan militer era Soviet. Semenanjung Kola, menjadi jantung pertahanan Rusia. Wilayah ini menampung dua pertiga kemampuan nuklir serangan balasan Rusia.
Armada Utara, Bermarkas di Severomorsk, mengoperasikan enam dari 12 kapal selam bersenjata nuklir milik Rusia.
Sementara, uji coba senjata Rusia mempertahankan kesiapan tinggi di Novaya Zemlya, termasuk uji coba rudal jelajah bertenaga nuklir Burevestnik.
Amerika Serikat dan Kanada
Kedua negara ini sedang memodernisasi Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD).
Kanada sedang mengadakan dua sistem radar jarak jauh yang dijadwalkan beroperasi pada 2028.
Sementara, Presiden Trump berencana membangun sistem pertahanan rudal baru yang menjadikan Greenland sebagai titik sentral untuk menangkis serangan nuklir.
Lebih lanjut, AS menempatkan sekitar 22.000 personel militer di delapan pangkalan di Alaska dan Kanada mengoperasikan stasiun intelijen sinyal paling utara di dunia yang berpenghuni tetap.
Denmark
Meskipun memiliki infrastruktur lebih kecil dibanding AS atau Rusia, Denmark sebagai negara yang hadir menjadi kunci di Greenland.
Komando Arktik Gabungan (JAC): Bermarkas di Nuuk dengan sekitar 150 personel.
Unit patroli kereta luncur anjing yang legendaris, meski sempat dicemooh Trump, tetap menjadi ujung tombak pengintaian jarak jauh di wilayah ekstrem timur laut Greenland.
Norwegia
Norwegia bertindak sebagai “mata” NATO untuk wilayah maritim seluas 2 juta kilometer persegi.
Norwegia Memiliki empat pangkalan di atas Lingkaran Arktik, termasuk pangkalan khusus untuk jet tempur siluman F-35.
Sesuai perjanjian internasional, tidak ada instalasi militer di kepulauan ini.
Swedia dan Finlandia
Setelah resmi bergabung dengan NATO, kedua negara ini kini mengintegrasikan militer mereka sepenuhnya dengan aliansi Barat.
Swedia memiliki pangkalan angkatan udara utama di Lulea dan dua resimen angkatan darat di Boden.
Sedangkan, Finlandia mengoperasikan pangkalan udara di Rovaniemi (tepat di Lingkaran Arktik) dan Brigade Jaeger di wilayah utara Lapland.
Islandia
Islandia unik karena tidak memiliki militer sendiri, namun posisinya sangat vital bagi NATO. Pangkalan Udara Keflavik menjadi rumah bagi pesawat patroli maritim P-8A Poseidon milik AS secara bergilir.
Jet tempur negara-negara NATO berotasi tiga kali setahun ke Islandia untuk menjaga keamanan wilayah udara mereka.(Rahmat Kurniawan Mamonto)
Editor: Fadli Sukriani Melu
Sumber : Reuters












