HIMPUN.ID – Kabar gembira bagi dunia kesehatan di Gorontalo. Gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Daerah Provinsi Gorontalo telah diresmikan oleh Gubernur Gorontalo pada Rabu, 21 Januari 2026.
Peresmian ini dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Berinfak bagi ASN di lingkungan Dinas Kesehatan setempat.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Sri Darsianti Tuna, yang turut hadir dalam agenda tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas terealisasinya fasilitas kesehatan yang telah lama dinantikan masyarakat ini.
Dalam keterangannya, dr. Darsianti menjelaskan, laboratorium ini berada pada Level 3, yang merupakan tingkatan tertinggi di level daerah.
“Ini merupakan laboratorium level 3. Jika level 1 ada di wilayah Puskesmas dan level 2 di tingkat Kabupaten/Kota, maka level 3 ini berada di Provinsi,” ujar dr. Darsianti.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menambahkan, meskipun saat ini baru terbangun satu lantai, fasilitas ini sudah mampu memenuhi 40 parameter pemeriksaan laboratorium yang dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan di seluruh Provinsi Gorontalo.
Selain aspek pelayanan, Labkesmas ini diproyeksikan menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pada tahun 2025, kontribusi PAD dari sektor ini tercatat sekitar Rp973 juta. dr. Darsianti optimis angka tersebut akan melonjak signifikan di tahun 2026.
Strategi yang akan dilakukan adalah merangkul fasilitas kesehatan primer, seperti Puskesmas dan klinik-klinik swasta di Gorontalo.
Sebagai pemilik klinik dan anggota asosiasi klinik, dr. Darsianti menyatakan komitmennya untuk mendorong kerja sama pemeriksaan laboratorium, khususnya untuk kegiatan Prolanis (Program Pengendalian Penyakit Kronis).
“Setiap 6 bulan ada pemeriksaan bagi masyarakat berpenyakit kronis. Jika seluruh klinik bekerjasama dengan Labkesmas ini, PAD tentu akan bertambah, dan biaya pemeriksaan bagi masyarakat pun diharapkan lebih rendah dibandingkan lab swasta,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Gorontalo tidak berhenti di sini, dr. Darsianti mengungkapkan rencana pembangunan lantai 2 dengan estimasi anggaran sekitar Rp17 miliar dari Kementerian Kesehatan, menyusul anggaran lantai pertama yang mencapai Rp15 miliar.
Pembangunan tahap selanjutnya ini akan difokuskan pada penyediaan Laboratorium Patologi Anatomi.
Fasilitas ini sangat krusial untuk menunjang RSUD dr. Hasri Ainun Habibie yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit prioritas penanganan kanker di Gorontalo.
Momen peresmian ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan hari ulang tahun Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
“Harapan kami, Labkesmas ini bisa memberikan manfaat nyata, memenuhi standar kualitas pelayanan yang baik, dan kami di Komisi IV akan terus menjalankan fungsi pengawasan serta dukungan penganggaran agar fasilitas ini terus berkembang,” pungkas dr. Darsianti.(Adv)














