HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara memandang kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa dan tsunami merupakan hal yang sangat nyata dan mendesak bagi daerah tersebut. Pasalnya, Gorontalo Utara memiliki karakteristik wilayah yang sangat rentan bencana karena memiliki garis pantai yang membentang luas sepanjang 317 kilometer.
Hal tersebut ditegaskan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, saat mewakili Bupati Gorontalo Utara membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2026 di Gedung Serbaguna Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Kamis 7 Mei 2026. Kegiatan edukasi krusial ini diinisiasi langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kesiapsiagaan adalah kunci. Dengan garis pantai yang sangat panjang, potensi gempa dan tsunami adalah nyata. Melalui SLG ini, kita ingin memastikan masyarakat tidak hanya paham teori, tetapi memiliki keterampilan evakuasi mandiri untuk meminimalkan dampak negatif bencana,” ujar Abdul Wahab Paudi.
Pemda Gorut menargetkan terciptanya kondisi Zero Victim atau nol korban jiwa saat terjadi bencana alam melalui penguatan budaya mitigasi dan literasi kebencanaan. Melalui SLG 2026 ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai potensi bahaya di wilayah mereka serta langkah-langkah konkret yang harus diambil secara cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi.
“Target kita adalah Zero Victim. Kita ingin membangun ketangguhan masyarakat sehingga setiap individu tahu persis apa yang harus dilakukan secara cepat dan tepat demi menyelamatkan diri dan sesama,” tambahnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045” ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi yang tangguh bencana. Pemkab Gorontalo Utara pun mengapresiasi kolaborasi erat antara instansi vertikal seperti BMKG dan pihak akademisi dari Universitas Ichsan dalam meningkatkan literasi kebencanaan masyarakat.
Acara pembukaan SLG 2026 tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kepala Stasiun BMKG Gorontalo, Kepala Dinas Perhubungan, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Prokopim Setda Gorontalo Utara, Rektor Unisan Gorontalo Utara, serta perwakilan dari unsur POLRI, BASARNAS, Pemerintah Kecamatan Kwandang, dan seluruh peserta sekolah lapang.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














