HIMPUN.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Idrus M. Thomas Mopili menghadiri Festival Tumbilotohe “Hulandalo Mulolo” Tahun 2026 / 1447 Hijriah pada Senin 16 Maret 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Gorontalo. Perayaan yang berlangsung meriah ini bertujuan untuk mengembalikan marwah tradisi pasang lampu menyambut malam Lailatul Qadar serta memperkuat nilai-nilai religi di masyarakat.
Dalam sambutan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail memaparkan sisi historis Tumbilotohe yang mendalam. Berdasarkan literatur sejarah dan riset ilmiahnya, Gusnar menjelaskan bahwa Tumbilotohe bukan sekadar dekorasi kota, melainkan simbol ketaatan beragama masyarakat Gorontalo sejak masa kerajaan.
“Pada masa lalu, menjelang malam ke-27 Ramadhan, raja memerintahkan rakyatnya untuk menunaikan zakat fitrah. Sebagai tanda bahwa sebuah keluarga telah menunaikan kewajiban tersebut, petugas kerajaan akan memasang lampu di depan rumah mereka,” jelas Gusnar.
Lampu-lampu tersebut menjadi bukti visual bahwa kewajiban zakat telah dipenuhi. Selain itu, tradisi ini muncul karena keterbatasan penerangan di masa lalu, di mana masyarakat membawa obor untuk menerangi jalan raja dan jamaah yang hendak beribadah ke masjid di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali suasana Gorontalo tempo dulu (Hulandalo Mulolo). Menurutnya, antusiasme masyarakat yang luar biasa menunjukkan bahwa kerinduan akan tradisi asli sangat besar.
“Hari ini kita bisa melihat bagaimana antusiasme masyarakat dalam menyaksikan Tumbilotohe yang sudah puluhan tahun hampir tidak terlihat lagi. Bapak Gubernur telah menginisiasi kegiatan ini dengan menghidupkan kembali tradisi seperti pada zaman dahulu. Ini tentu menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujar Thomas.
Thomas menegaskan, DPRD mendukung penuh agar festival ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi dipatenkan ke dalam kalender pariwisata daerah yang terjadwal setiap tahun.
“Kita berharap kegiatan ini bisa diagendakan setiap tahun sebagai bagian dari kalender pariwisata daerah. Selain itu, pelaksanaannya juga tidak hanya terpusat di satu tempat saja, tetapi bisa dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo agar budaya ini semakin dikenal luas,” tambahnya.
Meski kini media penerangan telah bertransformasi dari lampu minyak ke lampu listrik dekoratif, esensi Tumbilotohe tetap dipertahankan sebagai pengingat bagi umat Muslim untuk meningkatkan ketakwaan menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan.
Festival tahun ini berhasil menarik perhatian ribuan warga yang memadati kawasan acara. Ribuan titik lampu yang menyala serentak menciptakan suasana sakral sekaligus estetis, mempertegas identitas Gorontalo sebagai daerah yang memegang teguh filosofi “Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah.”
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili bersama jajaran anggota legislatif, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).(Adv)














