HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia hingga ke tingkat akar rumput melalui penguatan literasi dan minat baca masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, saat membuka kegiatan Peningkatan Pengetahuan dan Budaya Membaca Masyarakat melalui Penyediaan Buku di Kantor Desa/Perpustakaan Desa, bertempat di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Gorontalo Utara, Selasa 27 Oktober 2026.
Kegiatan strategis yang diinisiasi untuk menggerakkan literasi pedesaan ini diikuti oleh 64 kepala desa yang telah memiliki fasilitas perpustakaan desa.
Turut hadir mendampingi pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas PMD Deysyelin Wongkar, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Marzuki Tome, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Thamrin Sirajudin, Kepala Dinas Pendidikan Abdul Wahab Paudi, serta para camat se-Kabupaten Gorontalo Utara.

Dalam arahannya, Thariq Modanggu mengingatkan pentingnya menempatkan aktivitas membaca sebagai bagian dari kesadaran spiritual dan perintah ilahi, merujuk pada wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Bupati Thariq menilai seringkali terdapat paradoks di tengah masyarakat, di mana manusia begitu tekun memanjatkan doa memohon rezeki dan keberkahan, namun di sisi lain justru mengabaikan perintah membaca yang merupakan kunci utama untuk membuka jendela ilmu pengetahuan.
“Kadang kita begitu rajin berdoa dan meminta keberkahan, tetapi perintah untuk membaca justru kita abaikan. Padahal, membaca merupakan salah satu jalan untuk membuka wawasan, memahami kehidupan, dan meningkatkan kualitas diri,” ungkap Thariq.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemda Gorut itu berpesan kepada 64 kepala desa yang hadir agar memaksimalkan peran perpustakaan desa bukan sekadar sebagai tempat penyimpanan buku secara administratif, melainkan dihidupkan sebagai pusat pembelajaran dan ruang publik yang aktif di tengah masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada penyediaan infrastruktur fisik semata, melainkan ditentukan oleh kualitas wawasan, pengetahuan, serta perubahan pola pikir masyarakatnya.
“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, wawasan, dan kesadaran masyarakatnya,” tegas Thariq.














