HIMPUN.ID – Suasana Rapat Paripurna ke-70 DPRD Provinsi Gorontalo, Rabu 28 Januari 2026, menjadi momen bagi Srikandi PAN, Kristina Mohamad Udoki dalam menyampaikan harapannya dalam menyikapi informasi dugaan kasus pengeroyokan yang terjadi di salah satu sekolah di Gorontalo.
Di tengah pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pengarusutamaan Gender (PUG), Wakil Ketua Pansus PUG, DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, di hadapan Penjabat Gubernur dan seluruh anggota legislatif, mendesak pemerintah daerah untuk memberikan atensi serius terhadap aksi perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Dalam penyampaiannya yang emosional, Femmy menegaskan, perundungan bukanlah persoalan sepele atau sekadar kenakalan remaja biasa. Menurutnya, ini adalah ancaman permanen bagi mental generasi muda.
“Ini bukan sekadar persoalan individu. Perundungan adalah luka sosial yang merusak mental dan menghancurkan rasa percaya diri anak-anak kita secara permanen. Ketika satu anak terluka, sesungguhnya masa depan kita bersama yang terancam,” ujar Femmy dengan nada bergetar.
Femmy meminta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) untuk mengawal dugaan kasus pengeroyokan tersebut hingga tuntas dan memberikan keadilan bagi korban.
Femmy yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPW PAN Gorontalo ini mengaitkan momentum pembahasan Ranperda Pengarusutamaan Gender (PUG) sebagai instrumen hukum yang krusial. Menurutnya, Perda ini nantinya harus menjadi alat negara untuk melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak, dari segala bentuk diskriminasi dan kekerasan.
“Semangat PUG yang kita bahas hari ini sejatinya menuntut kehadiran negara dalam melindungi anak-anak kita agar mereka tumbuh dalam ruang yang aman dan bermartabat,” tegasnya.
Sebagai seorang ibu, Femmy mengaku tidak bisa membayangkan rasa takut yang dialami oleh anak-anak korban perundungan.
“Jangan biarkan anak-anak kita tumbuh dalam rasa takut,” ungkapnya.
Sebagai solusi konkret, Femmy mengusulkan agar sekolah dan orang tua memperkuat edukasi karakter secara intensif.
Femmy menyarankan agar setiap pagi, sebelum memulai pelajaran, guru wajib memberikan pesan-pesan moral tentang kasih sayang dan dampak buruk perundungan agar nilai-nilai tersebut tertanam kuat di sanubari siswa.(Adv)














