HIMPUN.ID – Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun 2025 di Kabupaten Boalemo memunculkan desakan signifikan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD terkait tata kelola dana media.
Banggar secara tegas mendesak adanya perubahan mendasar dalam pengelolaan anggaran publikasi yang selama ini melekat di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dengan tujuan utama mencapai transparansi dan pemerataan bagi insan pers.
Dalam rapat bersama Dinas Kominfo pada Selasa 16 September 2025, anggota dewan menyoroti perlunya mekanisme baru. Bahkan, muncul usulan agar pengelolaan anggaran media tidak lagi sepenuhnya di bawah Kominfo, melainkan dikelola langsung oleh pihak DPRD atau komunitas pers itu sendiri, dengan Kominfo berperan sebagai pengontrol.
Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran daerah, termasuk dana kerja sama dengan media, harus berpihak pada kepentingan publik. Ia mendukung penuh penguatan peran pers lokal.
“Teman-teman pers harus kita hidupkan supaya bisa memberikan pemberitaan yang baik. Kalau ada kritik, tidak perlu kita marah. Yang penting jelas, dan ke depan harus diatur supaya tidak ada kecemburuan,” tegas Eka.
Eka menambahkan, mekanisme baru perlu diciptakan agar wartawan di Boalemo tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. “Kalau perlu, biarkan mereka yang mengaturnya dan Kominfo hanya sebagai pengontrol saja,” tambahnya, mengisyaratkan perpindahan kewenangan pengelolaan.
Sikap ini mendapat dukungan penuh dari Ketua Fraksi Demokrat, Hardi Syam Mopangga, yang secara spesifik menyoroti ketidakadilan dalam pembagian anggaran. Hardi menekankan perlunya pemerataan dalam alokasi dana.
“Kalau ada 31 media, maka semuanya harus terakomodasi. Jangan sampai ada yang tidak kebagian. Itu tidak adil,” tegas Hardi.
Sebagai hasil akhir pembahasan, seluruh anggota Banggar DPRD Boalemo bersepakat agar pembagian anggaran media harus dilakukan secara merata dan transparan, sehingga tidak lagi menimbulkan kecemburuan antarlembaga pers yang menjadi mitra pemerintah daerah.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk menciptakan iklim jurnalisme lokal yang lebih sehat, profesional, dan mampu memperkuat peran media sebagai mitra kritis pemerintah dan penyalur aspirasi masyarakat Boalemo.(Adv)
Reporter: Abd Wahit Isima














