HIMPUN.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo, Abdul Rahman Genti, melancarkan kritik keras terhadap Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan (Dikes) atas dugaan pengabaian terhadap krisis layanan medis di Desa Moliulo.
Genti mengungkapkan kekecewaan mendalam karena masalah krusial yang menyangkut hak kesehatan 350 Kepala Keluarga (KK) tersebut telah ia sampaikan dua kali dalam forum resmi rapat paripurna, namun nihil tindak lanjut.
“Saya sudah sampaikan ini untuk kedua kalinya di rapat paripurna. Ini bukan hanya keluhan, tapi penegasan bahwa warga Boalemo di Moliulo yang terdiri dari lima dusun juga berhak atas layanan kesehatan yang layak,” ujar Genti usai mengikuti rapat paripurna DPRD Boalemo pada Selasa 11 November 2025.
Kritik tajam Genti berfokus pada ironi fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu) yang telah tersedia di Moliulo, tetapi tidak berfungsi sama sekali. Pustu tersebut mangkrak lantaran tidak adanya penempatan tenaga medis (perawat atau bidan) yang bertugas.
Akibat lemahnya respons ini, warga Moliulo yang sakit terpaksa menempuh perjalanan laut yang berisiko dan memakan biaya selama satu jam menuju Desa Sari Tani. Situasi ini dinilai Genti sebagai bentuk nyata ketidakseriusan pemerintah dalam menjamin pemerataan pelayanan publik.
“Keberadaan fasilitas fisik tanpa tenaga medis adalah pemborosan anggaran sekaligus indikasi lemahnya perencanaan SDM kesehatan. Kami meminta Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret, yaitu menempatkan tenaga kesehatan di Moliulo,” tegas Genti.
Ia menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata tanggung jawab dan komitmen pemerintah terhadap hak-hak dasar konstitusional masyarakat, terutama yang berada di wilayah terpencil.(Adv)
Reporter: Abd Wahit Isima














