HIMPUN.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Daerah Pemilihan (Dapil) II Bone Bolango, Kristina Mohamad Udoki, melaksanakan Reses Masa Persidangan Ketiga Tahun 2024-2025 di Desa Pelita Hijau, Kecamatan Bonepantai, Kamis 26 Juni 2025.
Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat setempat.
Dalam suasana yang akrab, Kristina Mohamad Udoki, menyampaikan momentum reses ini adalah bentuk komitmennya untuk terus bersama masyarakat setelah terpilih.
“Momentum reses hari ini adalah silaturahmi saya kembali bersama masyarakat Kecamatan Bonepantai. Karena, jangan sampai hanya kampanye saya datang dan setelah terpilih saya tidak datang lagi. InsyAallah saya tidak begitu. Apa saja yang mau disampaikan hari ini, toduwolo (silahkan),” ujar Femmy Udoki (sapaan akrab) dalam sambutan pembukaannya.
Camat Bonepantai, Lili Prawati Abas, mengungkapkan kebanggaannya memiliki wakil rakyat dari Bonepantai di tingkat provinsi.
Lili berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan segala keluhan dan permintaan.
“Salah satu kebanggaan bagi kecamatan kami memiliki tokoh perempuan berasal dari Bonepantai menjadi Aleg DPRD Provinsi. Semua keluhan dan permintaan Bapak Ibu, silakan disampaikan kepada Ibu anggota DPRD kita,” kata Lili.
Berbagai aspirasi pun disampaikan oleh masyarakat. Tokoh Masyarakat Abdul Rahman Barisi menyoroti rencana Desa Pelita Hijau yang akan dijadikan lokasi pertambangan oleh Gorontalo Mineral.
Abdul khawatir akan dampak pencemaran air dan potensi bencana yang mengancam. Selain itu, Abdul juga mempertanyakan belum adanya Peraturan Daerah (Perda) tentang Adat.
Kepala Desa Pelita Hijau, Albert Maele, menyampaikan kebutuhan masyarakat desanya terkait Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta bantuan untuk Majelis Ta’lim yang belum menerima.
Sementara itu, Pj. Kepala Desa Tunas Jaya, Irianty Dj. Nussa, mengungkapkan permasalahan terkait aktivitas perusahaan Celebes yang telah memiliki izin dan membayar pajak, namun ditolak oleh masyarakat setempat.
“Ini yang membuat saya lemah. Saya mohon bantuan kepada ibu solusinya bagaimana?” tanya Irianty.
Kepala Desa Bilungala Utara, Arman Suleman, mengeluhkan masalah normalisasi sungai yang belum terealisasi, padahal beberapa desa di Bonepantai sering dilanda banjir.
Arman berharap ada bantuan “boronjo” (pelindung air meluap). Ibu-ibu di Kecamatan Bonepantai juga menyampaikan aspirasi terkait bantuan masjid, peralatan tani, serta peralatan dan perlengkapan fasilitas permainan Taman Kanak-Kanak (TK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tanggapan Femmy Udoki
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Femmy Udoki menjelaskan, soal pertambangan, baik oleh Gorontalo Mineral maupun Celebes, memang dilematis.
“Memang agak sulit untuk ditanggapi, karena di satu sisi perusahaan ini hadir membawa legalitas, sehingga mereka diakui secara hukum. Namun, di sisi lain, masyarakat nantinya yang akan terkena dampak berupa bencana. Jadi, memang harus hati-hati menyikapi persoalan tersebut,” ujarnya.
Femmy berjanji akan menyampaikan keluhan ini kepada Gubernur untuk mencari solusi terbaik.
Mengenai Perda Adat, Femmy akan menyampaikan hal tersebut ke Komisi I untuk didiskusikan.
Femmy juga berencana mengundang dewan adat dan lembaga adat untuk berkomunikasi terkait penyusunan Perda di masa depan.
Terkait normalisasi sungai, Femmy mengungkapkan, bulan lalu sudah bertemu dengan Balai Sungai, namun mereka menunggu proposal.
Femmy menyarankan agar proposal ditandatangani oleh Bupati, dan ia bersama timnya akan membantu mengawal proses tersebut ke Balai Sungai.
“Minimal secara perlahan dimulai dari satu dua desa,” tambahnya.
Untuk peralatan pertanian, Femmy menjanjikan akan berupaya menganggarkannya tahun depan.
Namun, untuk bantuan fasilitas TK/PAUD, ia belum bisa menjanjikan secara langsung karena perlu melihat ketersediaan di Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Turut hadir dalam kegiatan reses tersebut antara lain Camat Bonepantai Lili Prawati Abbas, Kepala Desa Pelita Hijau Albert Maele, Kepala Desa Bilungala Utara Arman Suleman, Pj. Kepala Desa Tunas Jaya Irianty Dj. Nussa, serta sejumlah tokoh masyarakat dan warga Kecamatan Bonepantai.* (Fadli Sukriani Melu)














