HIMPUN.ID – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, yang membidangi ekonomi dan keuangan, menggelar rapat kerja bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).
Rapat ini bertujuan untuk membahas program kegiatan DKP dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Induk Tahun Anggaran 2026.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II, Meyke Camaru, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan anggota komisi lainnya, termasuk Ridwan Monoarfa, Erwinsyah Ismail, Limonu Hippy, Fadli Hasan, Hamzah Idrus, dan Usman Tahir.
Anggaran Program Unggulan Jadi Sorotan
Meyke Camaru menyampaikan, program yang dipresentasikan oleh DKP sudah sejalan dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo.
Namun, ia menekankan pentingnya kesesuaian antara tujuan program dengan alokasi anggaran yang diberikan.
Meyke menyoroti agar program unggulan tidak hanya menjadi simbolis karena minimnya dukungan finansial.
“Jangan sampai program unggulan justru mendapat anggaran yang kecil. Ini menjadi perhatian kami di Komisi II agar program benar-benar bisa dikawal dan capaian targetnya terukur dan terencana dengan baik,” tegas Meyke kepada media, Jumat 1 Agustus 2025.
Dukungan Penuh untuk Pengembangan Rumput Laut
Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan rumput laut yang berlokasi di Gorontalo Utara.
Menurut Meyke, program ini sangat strategis dan menjadi primadona di sektor kelautan.
“Program ini merupakan terobosan untuk mendukung kebutuhan para nelayan. Maka dari itu, kami melihat pentingnya mengalokasikan anggaran yang lebih besar, terutama untuk belanja yang langsung menyentuh masyarakat, bukan hanya belanja pegawai,” tambahnya.
Meyke juga mengapresiasi inovasi yang disampaikan oleh DKP dan berharap program-program tersebut dapat terimplementasi secara nyata di tahun 2026, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan nelayan di Gorontalo.(Fadli Sukriani Melu)














