HIMPUN.ID – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Sri Darsianti Tuna, berharap Puskesmas Tapa dinaikkan status menjadi rawat inap.
Sri Darsianti mengatakan, Puskesmas Tapa sebenarnya adalah Puskesmas besar.
“Tetapi karena ada pemekaran menjadi 4 Puskesmas. Tentunya kalau melihat kondisi Puskesmas yang ada sekarang ini, katanya sudah mau ada renovasi. Tetapi karena kebetulan surat tanahnya hilang,” jelas Sri Darsianti.
Sri Darsianti menjelaskan, jika Puskesmas Tapa dinaikkan statusnya, 3 Puskesmas pemekaran dari Puskesmas Tapa jika ada kasus-kasus gawat darurat yang masih bisa dilayani di Puskesmas, bisa ditangani pengobatannya di Puskesmas Tapa.
“Sehingga, tidak akan pergi ke Rumah Sakit. Karena di Rumah Sakit juga tidak semua kasus itu bisa dilayani di UGD dan dibayarin oleh BPJS. Karena ada 155 penyakit yang harus tertangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan,” jelas Sri Darsianti saat melakukan kunjungan kerja di Puskesmas Tapa, Selas 22 April 2025.
Kunjungan kerja tersebut dalam rangka pemantauan prosedur pemberian rujukan peserta BPJS pada Faskes Tingkat Pertama.

Sri Darsianti mengungkap, peserta BPJS di Wilayah Kerja Puskesmas Tapa sekitar 5.300 sekian.
“Jadi sedikit. Dengan penghasilan mereka dari kapitasi BPJS itu hanya sekitar 22 juta, dengan jumlah pegawai totalnya 54. Ada PNS dan ada PTT,” terang Sri Darsianti.
Sri Darsianti mengatakan, berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, masih ada jumlah kasus stunting dari jumlah total anak balita 500an, ditemukan 93 bayi yang stunting.
“Jadi sekitar 18 persen. Menurut informasi ini kasus tertinggi ini di Bone Bolango,” ungkap Sri Darsianti.
Sri Darsianti berharap, dengan kegiatan pemberian makanan tambahan, kasus stunting bisa dieliminasi sampai akhir waktu bulan Desember.
“Karena stunting ini menjadi program yang harus benar-benar kita tuntaskan ya. Terutama di lingkungan dinas kesehatan,” tegas Sri Darsianti.
Sri Darsianti mengatakan, di Puskesmas Tapa dokter hanya satu.
“Harapan kami di Puskesmas itu standarnya ada 2 dokter umum dan 1 dokter gigi. Sehingga pelayanan itu bisa dimaksimalkan,” harap Sri Darsianti.
Sri Darsianti mengatakan, Komisi IV akan mengunjungi Kepala Dinas Kesehatan Bone Bolango untuk menyampaikan aspirasi Kapus Tapa.
“Memang sebenarnya Puskesmas yang berada di Bone Bolango itu bukan wilayah kami, tetapi karena kami Komisi IV membidangi kesehatan dan kita ada di Provinsi Gorontalo, tetap itu menjadi bagian dari aspirasi terutama petugas-petugas yang ada di Puskesmas Tapa untuk kami sampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Bone Bolango,” tutup Sri Darsianti.*
Reporter: Nurmila Abas















