Example floating
Example floating
DPRD Provinsi GorontaloLEGISLATIF

Mahasiswa di Drop Out dan Diskorsing, Komisi IV DPRD Gorontalo Harap Pihak UBM Selesaikan dengan Baik

0
×

Mahasiswa di Drop Out dan Diskorsing, Komisi IV DPRD Gorontalo Harap Pihak UBM Selesaikan dengan Baik

Sebarkan artikel ini
Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas tindaklanjut aksi demonstrasi mahasiswa atas keputusan Drop Out (DO) dan skorsing dari UBM, Senin 24 Maret 2025. (Foto: Himpun.id/Fadli Sukriani Melu)

HIMPUN.ID – Terkait dengan Mahasiswa yang di drop out dan diskorsing, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo berharap, pihak kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) bisa menyeselesaikan dengan baik.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Moh. Ikbal Al Idrus, usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas tindaklanjut aksi demonstrasi mahasiswa atas keputusan Drop Out (DO) dan skorsing dari UBM, Senin 24 Maret 2025.

Moh. Ikbal mengatakan, perlunya pihak kampus UBM melihat kondisi mahasiswa yang disanksi yang sudah 8 semester.

“Kalau bisa teman-teman yang diskorsing ini, atau yang di drop out bisa dibicarakan lagi. Artinya kita akan mencari win win solution, sama-sama untung. Kita berharap diselesaikan dengan secara baik-baik. Kebetulan ada juga dari orang tua dari mahasiswa yang diskorsing datang di sini,” ungkap Moh. Ikbal.

Moh. Ikbal berharap dari pihak kampus bisa melihat lagi keputusan atau mencerna lagi keputusannya.

“Kalau boleh ada kebijakanlah dari pihak kampus. Sementara masih itu dan kita juga menunggu dari pihak kampus,” jelas Moh. Ikbal.

Moh. Ikbal mengatakan, untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh para mahasiswa, bisa diagendakan pertemuan kedua.

Pada pertemuan kedua nanti, Moh. Ikbal berharap, pembahasannya bisa lebih mengerucut.

Untuk mendorong penyelesaian masalah yang dihadapi mahasiwa UBM, Komisi IV juga telah meminta draft atau aturan skorsing yang dikenakan terhadap para mahasiswa.

“Kalau memang ada yang keliru, akan kita coba sampaikan ke kampus bahwa ini keliru,” tutup Moh. Ikbal.

Sementara itu, Sekretaris  Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, Ghalieb Lahidjun, pada RDP menegaskan, untuk fokus mencari solusi.

Menurut Ghalieb, jika  hukuman drop out dan skorsing  diberlakukan akan berdampak pada kehidupan mahasiswa.

“Akan ada kehancuran dunia pendidikan jika hilangnya orang-orang kritis. Kita lihat substansi masalah dan mencarikan solusi,” tegas Ghalieb.

Menanggapi kasus drop out dan skorsing kepada mahasiswa, Rektor Universitas Bina Mandiri, Titin Dunggio, menuturkan, akan mencari solusi terbaik.

“Jadi InsyaAllah nanti setelah ini, kita akan mencarikan solusi yang terbaik untuk itu, dan tadi saya sudah sampaikan bahwa nanti akan komunikasi juga dengan pihak daripada Dewan, dan kemudian juga dengan pihak L2DIKTI untuk mencari sebuah solusi yang terbaik untuk itu,” terang Titin.

RDP dihadiri oleh Pimpinan Komisi IV, pihak L2DIKTI Gorontalo, Ketua Yayasan Universitas Bina Mandiri, Organisasi yang tergabung di Cipayung Plus Gorontalo, dan perwakilan Mahasiswa (pengadu), serta orang tua Mahasiswa (pengadu).*

Reporter: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *