Pendiri LSM LABRAK, Pertanyakan Kasus Penganiayaan Terhadap Dirinya Yang Berproses di Polres Pohuwato

Pendiri LSM LABRAK, Pertanyakan Kasus Penganiayaan Terhadap Dirinya Yang Berproses di Polres Pohuwato (Foto: Ist)

HIMPUN.ID – Pendiri LSM LABRAK Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo, mempertanyakan dugaan kasus penganiyaan terhadap dirinya yang saat ini bergulir di Polres Pohuwato.

Hal ini menyusul adanya penetapan tersangka oleh Polres Pohuwato terhadap salah satu wartawan media online di Gorontalo.

Saat menghubungi awak media ini, Minggu malam 8 Januari 2023 Soni Samoe pendiri LSM LABRAK juga mempertanyakan status bagi mereka yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya pada tahun 2021 lalu.

Apalagi kata Soni, kejadian tersebut terjadi disela-sela kunjungan pihak Forkopimda di Lokasi pertambangan Kecamatan Buntulia.

Kasus Sudah Satu Tahun Lebih

Ketika itu jelas Soni, kasus pengeroyokan yang menimpa dirinya sudah satu tahun lebih dia laporkan, dan hingga saat ini persoalannya seperti apa.

Padahal terang aktivis ini, saksi saksi sudah dia hadirkan, saat kejadian tersebut Kapolres melihat dan berada di tempat kejadian.

Advertisement

“Bupati Pohuwato ada saat saya dikeroyok, kenapa saya seolah olah didiskriminasi,” ungkap Soni.

Soni justeru menantang Kapolres terkait hubungan baik yang terjalun dengan para aktivis dan jurnalis selama ini.

“Sampaikan saja kepada pak Kapolres bila hubungan baik tidak ada lagi, maka tidak ada gunanya lagi berhubungan baik baik dengan pihak Kepolisian di Wilayah tersebut,” tegas Soni Samoe.

Baca juga:Wujudkan Pemilu Damai, Pemda Gorut Minta FKUB Galakkan Sosialisasi Kerukunan Antar Umat

“Terkait kasus penetapan tersangka salah satu wartawan, maka saya juga minta keadilan terhadap kasus pengeroyokan yang terjadi, sudah sampai dimana penanganannya,” ungkapnya

Kasusnya tambah Soni, sampai hari ini tidak diketahui kemana arah dan tujuan dari kasus.

“Berujung dan bermuara kemana kasus ini,” ungkapnya dengan sedikit nada tinggi.

Apakah kata Soni karena mereka mempunyai uang, apakah karena para pelaku pelaku punya uang..?

“Tulis jelas jelas, seringkali para pelaku pengoroyokan terhadap saya sering kali terlihat bersama oknum anggota Polres di bilangan lokasi cafe,” tegasnya seraya menambahkan beberapa kali saya lihat ko’

Apakah hubungan baik seperti ini, terang Soni, sehingga kasus saya seolah olah di diskriminasi..?

Apakah kasus wartawati Vanda Waraga karena yang bersangkutan tidak mempunyai uang, sehingga proses hukumnya harus dipercepat..?

“Apalagi hanya perempuan dan perempuan,” urai Soni.

Kasusnya kata Soni Samoe besar, dimana kasus aktivis yang bersuara tentang kerusakan lingkungan lalu kemudian dikoroyok oleh pelaku pengrusakan lingkungan.

“Ini kasus saya cukup besar, dan ingatkan itu kepada pak Kapolres bila ingin membangun hubungan baik dengan LSM LABRAK jangan diskriminasi kami, dan bila LSM LABRAK yang selalu mendapakan diskriminasi, maka kami akan melakukan perlawanan,” pungkasnya.

Kapolres Pohuwato AKBP Joko Sulistiyono ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, langsung menanggapi serius.

“Akan di tindaklanjuti,” ungkap Kapolres Pohuwato melalui pesan WhatsAppnya. (**)

Advertisement

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini