HIMPUN.ID –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki, menampung berbagai aspirasi masyarakat di Desa Ilohuuwa, Kecamatan Bone, dalam masa persidangan pertama tahun 2025-2026, Rabu 29 Oktober 2025.
Meskipun disambut antusiasme warga, Femmy Udoki (sapaan akrab) dihadapkan pada dilema keterbatasan anggaran daerah, mendorongnya mencari solusi kreatif melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Dalam pengantarnya, Femmy menegaskan, reses adalah perintah Undang-Undang untuk mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat tanpa memandang latar belakang politik.
“Momentum reses ini tim saya mengundang tanpa memilih siapa yang memilih saya kemarin. Kalau, perlu semua bisa diakomodir, karena saya mewakili masyarakat. Bukan, hanya yang memilih saya,” tegas Femmy.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Ilohuuwa menyampaikan beragam aspirasi, termasuk perbaikan jalan akses menuju desa, jalan akses tani, sarana air bersih, permohonan bantuan majelis taklim, dan pembangunan masjid.

Menanggapi permintaan krusial terkait infrastruktur, Femmy memberikan saran strategis mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang melakukan efisiensi besar-besaran.
Femmy menyarankan agar usulan perbaikan jalan desa didorong lewat dana CSR perusahaan yang beroperasi di Ilohuuwa, yaitu PT. Sel (perusahaan listrik tenaga mikrohidro).
“Karena masih efisiensi besar-besaran begini, kayaknya masih susah untuk mendapatkan program pembangunan jalan desa. Tapi, nanti tetap saya akan koordinasikan itu menjadi wewenang kabupaten atau Provinsi. Atau tidak lewat CSR perusahaan yang ada di sini. Mereka juga menggunakan jalan juga,” tutur Femmy, menawarkan jalur alternatif pembiayaan.
Terkait keluhan masalah air bersih, Femmy berkomitmen untuk mengupayakan perbaikan, terutama pada saluran pipa yang rusak agar masyarakat dapat mengakses air bersih.
Sementara itu, untuk permohonan bantuan keagamaan, Femmy memberikan jaminan spesifik terkait pembangunan masjid.
“Untuk bantuan Masjid, saya bisa garansi tapi perbaikan khusus satu masjid di desa Ilohuuwa. Soalnya kuota itu masih sedikit,” kata Femmy, sekaligus menjelaskan bantuan majelis taklim belum dapat dipastikan masuk ke dalam anggaran tahun 2026.
Melalui pendekatan yang inklusif ini, Femmy berharap seluruh lapisan masyarakat di Ilohuuwa dapat terakomodasi dan mendapatkan solusi yang tepat di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini.














