Example floating
Example floating
DPRD Provinsi GorontaloLEGISLATIF

Reses di Olele, Femmy Tampung Keluhan Masyarakat: Mesin Tempel, Air Bersih, dan Pendidikan

0
×

Reses di Olele, Femmy Tampung Keluhan Masyarakat: Mesin Tempel, Air Bersih, dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Kristina Mohamad Udoki Dapil II Bone Bolango saat Reses Masa Sidang Ketiga Tahun 2024-2025 di Lapangan Desa Olele Kec. Kabila Bone (Foto: Himpun.id/Fadli Sukriani Melu)

HIMPUN.ID – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Bone Bolango, Kristina Mohammad Udoki, menggelar agenda reses di Desa Olele, Kecamatan Kabila Bone, pada Senin, 30 Juni 2025.

Kunjungan yang disambut antusias warga ini menjadi ajang bagi politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut untuk mendengarkan langsung keluh kesah masyarakat, khususnya para nelayan, serta mencari solusi atas permasalahan krusial seperti krisis air bersih dan akses beasiswa pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Kristina Muhamad Udoki yang akrab disapa Femmy, menjelaskan peran strategis anggota legislatif dalam tiga fungsi utama: legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

“Kehadiran anggota DPRD tidak boleh hanya terasa saat kampanye. Kami harus hadir di tengah warga kapan pun mereka membutuhkan,” ujar Femmy, menegaskan komitmennya.

Warga Desa Olele menyambut hangat kunjungan Femmy. Seorang peserta reses bahkan menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kristina yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial di desa, termasuk saat warga mengalami musibah atau menggelar acara adat.

“Berbeda dengan yang lain, Ibu Femmy selalu hadir, baik dalam suasana duka maupun kegiatan sosial warga,” ungkapnya.

Femmy, satu-satunya srikandi dari Dapil II Bone Bolango di DPRD Provinsi Gorontalo yang mengadakan reses di Olele, menekankan bahwa kunjungannya bukan sekadar formalitas.

“Reses ini bukan hanya formalitas, melainkan bentuk tanggung jawab moral saya sebagai perwakilan masyarakat Gorontalo,” tegas Sekretaris DPW PAN Provinsi Gorontalo tersebut.

Antusiasme warga terlihat jelas. “Sudah lama kami menunggu ada reses seperti ini di Olele. Biasanya cuma dengar dari desa lain,” kata seorang nelayan setempat yang datang lebih awal.

Dalam sesi dialog, warga dari berbagai dusun berulang kali menyoroti tiga isu utama: kebutuhan akan mesin tempel kapal, krisis air bersih, dan beasiswa pendidikan.

“Mesin kapal kami sudah tua. Sulit kalau melaut jauh. Sementara air, empat dusun di sini bergantung pada sumur-sumur dangkal yang sering kering,” ungkap beberapa warga.

Merespons aspirasi tersebut, Femmy dengan sigap mendengarkan sambil mencatat.

Untuk kebutuhan mesin tempel kapal, Femmy memastikan bahwa tahun ini satu unit mesin berkapasitas besar akan disalurkan ke Desa Olele.

“Saya sudah masukkan satu unit ke dalam program bantuan. Tahun ini akan disalurkan, insyaAllah,” katanya.

Namun, isu krisis air bersih memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif.

Femmy menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan lintas komisi di DPRD.

“Untuk air bersih, saya akan bahas bersama komisi terkait dan OPD teknis. Solusinya harus jangka panjang,” katanya.

Di sektor pendidikan, Femmy menjelaskan bahwa bantuan beasiswa tersedia melalui dana pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan dan jalur eksternal yang telah dibangunnya.

Namun, Femmy juga menegaskan pentingnya pengajuan resmi.

“Tapi semuanya perlu usulan resmi. Saya tidak bisa perjuangkan kalau tidak ada proposal, baik dari warga langsung maupun pemerintah desa,” ujarnya tegas.

Femmy menutup pertemuan dengan harapan agar komunikasi warga dengan pemerintah terus terjalin, tidak hanya saat masa reses.

“Saya ingin desa ini jadi contoh bagaimana aspirasi warga bisa langsung tersambung ke DPRD. Tapi semua harus aktif menyuarakan, mengusulkan, bukan hanya berharap,” tandasnya. (Fadli Sukriani Melu)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *