Example floating
Example floating
Pemda Bone Bolango

Respons Darurat Kekeringan, Pemkab Bonebol Kerahkan Armada Gabungan Salurkan 1,02 Juta Liter Air Bersih ke 28 Desa

0
×

Respons Darurat Kekeringan, Pemkab Bonebol Kerahkan Armada Gabungan Salurkan 1,02 Juta Liter Air Bersih ke 28 Desa

Sebarkan artikel ini
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat meninjau penyaluran air bersih di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila (Foto: Himpun.id/Indra Kominfo Bonbol).

HIMPUN.ID – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengintensifkan pengerahan armada gabungan lintas instansi guna menyalurkan bantuan air bersih yang kini telah menembus angka 1,02 juta liter untuk mengintervensi 28 desa terdampak bencana kekeringan di 12 kecamatan.

Langkah penanganan darurat kekeringan tersebut dipimpin langsung Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, saat meninjau penyaluran air bersih di Desa Tamboo dan Desa Lonuo, Kecamatan Tilongkabila, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango per 9 September 2026, dampak musim kemarau telah meluas dan menekan kebutuhan dasar 1.763 kepala keluarga atau setara 6.846 jiwa.

Guna memastikan percepatan distribusi ke titik-titik krusial, sebanyak tujuh armada penyuplai air bersih diterjunkan secara terintegrasi dengan melibatkan kolaborasi BPBD Bone Bolango, BPBD Provinsi Gorontalo, PMI Bone Bolango, BPBPK Provinsi Gorontalo, serta Dinas Sosial Provinsi Gorontalo.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bone Bolango, Achril Babyonggo, mengungkapkan, total 1.020.060 liter air bersih yang telah disalurkan merupakan bagian dari skema pemenuhan hak dasar warga yang akan terus dipasok secara bertahap.

“Distribusi air bersih akan terus dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak dengan mengoptimalkan seluruh armada yang tersedia,” kata Achril.

Achril menegaskan, pemetaan wilayah krisis air terus diperbarui setiap hari agar pergerakan armada gabungan dapat menjangkau desa-desa terisolir yang mengalami kekeringan paling parah secara tepat sasaran.

“Kami memastikan warga tetap mendapatkan air bersih bukan sekadar bagian dari penanganan bencana, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi ketika kekeringan mulai memukul kehidupan masyarakat,” pungkas Achril Babyonggo.(Adv)

Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *