HIMPUN.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, menginstruksikan seluruh jajaran pendidik Anak Usia Dini (PAUD) untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas mengajar, melainkan wajib mendalami karakter dan psikologi anak didik.
Hal ini ditegaskan Bupati saat melantik pengurus Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Gorontalo masa bakti 2026–2029 di Gedung Convention Center (GCC) Kasmat Lahay, Jumat 13 Februari 2026.
Menurut Bupati Sofyan, pemahaman mendalam terhadap perilaku dan pendekatan emosional merupakan syarat mutlak bagi guru PAUD untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Langkah ini dinilai sangat krusial, mengingat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa depan sangat ditentukan oleh pola pendidikan yang diterapkan sejak tahap paling awal.
“Pendidikan anak usia dini adalah kunci. Di sinilah letak keberhasilan pembangunan manusia dimulai. Jika kita salah dalam menyusun pola pendidikan di tahap awal ini, maka dampaknya akan berlanjut ke jenjang berikutnya,” ujar Bupati Sofyan Puhi.
Selain menekankan aspek teknis pedagogi, Sofyan memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para guru PAUD di Kabupaten Gorontalo. Meskipun dihadapkan pada tantangan kesejahteraan, para pendidik dinilai tetap maksimal dalam menjalankan peran sebagai peletak dasar moral dan intelektual generasi penerus bangsa.
“Kami menyadari tugas Bapak dan Ibu sangat berat. Di tangan Bapak dan Ibulah proses pembangunan SDM dimulai. Kalian mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan pembangunan daerah dan negara ini di masa depan,” tambah Sofyan yang juga dikenal sebagai Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Acara pelantikan yang dirangkaikan dengan Halal Bi Halal ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pimpinan OPD terkait. Melalui kepengurusan HIMPAUDI yang baru, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap organisasi ini dapat menjadi mitra strategis dalam meningkatkan standar mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














