HIMPUN.ID – Untuk mengatasi terjadinya inflasi, Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo memiliki strategi untuk pengendalian inflasi.
Dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Boalemo, Sherman Moridu, dalam mengatasi inflasi, khusunya di Boalemo, harus dibarengi menjaga stok dan ketersedian bahan pangan setiap waktu.
Bahkan kata Sherman, ada juga strategi lain yang akan dilakukan Pemda Boalemo, guna untuk menjaga stabilitas kehidupan masyarakat.
“Menjaga distribusi barang, jangan sampai terjadi praktek pedagang nakal dengan menimbun bahan makanan, dan meningkatkan produksi pangan lokal,” ungkap Sekda.
Sherman menyadari, apabila inflasi ini tidak dikendalikan, maka akan berdampak pada konflik sosial masyarakat.
Baca juga;Pelayanan Penentu Terwujudnya Keadilan, Sherman Ajak Seluruh Stakeholder Jaga Daerah
Sherman juga mengatakan, hal ini akan mempengaruhi pada ekonomi daerah.
“Kenapa hal ini kita bicarakan, karena dapat mempengaruhi, bagaimana ekonomi Boalemo dan ekonomi Gorontalo pada triwulan III tahun 2022, yang menyebabkan bagaimana pertumbuhan ekonomi Nasional yang saat ini, kita dalam rangka penekanan inflasi Daerah,” kata Sherman
Harga Jagung Turun
Sherman menuturkan, bahwa harga jagung saat ini turun, hal itu disebabkan Pemerintah Pusat memberhentikan pengiriman eksport ke luar Negeri.
“Di tingkat gudang hanya berkisar Rp.3850 perkilo, nah di tingkat petani berarti mungkin hanya berkisar Rp.3000 atau Rp 3100 perkilo,” terang Sherman, saat mengikuti rapat koordinasi Pusat dan Daerah Pengendalian Inflasi tahun 2022, secara virtual bertempat di ruang Vicon Kantor Bupati, Rabu 14 September 2022.
Sherman berharap, bisa menjaga dan meningkatkan ketersedian pangan lokal untuk masyarakat Boalemo.
“Kalau petani sulit dan susah, maka berdampak pada ekonomi di tingkat pasar. Sehingga itu, mari kita menjaga dan meningkatan ketersedian pangan lokal untuk kebutuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Boalemo,” pungkasnya.
Editor: Abdurrahman Agunta Sumber: Humas Boalemo














