Example floating
Example floating
DPRD Provinsi Gorontalo

Thomas Mopili Serahkan Dua Penganugerahan Sosok Inspiratif Sumo Foundation Awards 2026, Suharso Monoarfa Tekankan Kontribusi Kolektif Membangun Gorontalo

0
×

Thomas Mopili Serahkan Dua Penganugerahan Sosok Inspiratif Sumo Foundation Awards 2026, Suharso Monoarfa Tekankan Kontribusi Kolektif Membangun Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Idrus M. Thomas Mopili bersama Pembina Sumo Foundation Awards, Suharso Monoarfa, saat menghadiri penganugerahan edisi ke-7 yang digelar di Grand Sumberia, Kamis 20 Agustus 2026 (Foto: Himpun.id/hms Deprov).

HIMPUN.ID – Peran pers dan perguruan tinggi kembali terbukti menjadi instrumen krusial dalam menyingkap berbagai kisah perjuangan masyarakat kecil yang selama ini luput dari jangkauan program pemerintah daerah.

Sinergi lintas sektor tersebut mengemuka dalam penganugerahan Sumo Foundation Awards 2026 edisi ke-7 yang digelar di Grand Sumberia, Kamis 20 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Pembina Sumo Foundation Suharso Monoarfa, Ketua DPRD, Idrus M. Thomas Mopili, para Bupati dan Wali Kota, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pimpinan perguruan tinggi, insan pers, pimpinan organisasi, serta para penerima penghargaan dan tamu undangan lainnya.

Gusnar Ismail memberikan apresiasi khusus kepada Sumo Foundation, insan pers, serta pimpinan perguruan tinggi yang terlibat langsung dalam proses verifikasi hingga penelusuran rekam jejak sepuluh penerima penghargaan inspiratif dari berbagai pelosok Gorontalo.

Gusnar menilai, kolaborasi riset dan investigasi jurnalistik di lapangan mampu membukakan mata pemerintah terhadap realitas sosial masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi kebijakan secara cepat.

“Masih terdapat berbagai realitas kehidupan masyarakat yang membutuhkan perhatian kita semua,” tegas Gusnar dalam sambutan.

Proses penyaringan penganugerahan tahun ini diawali dengan usulan terbuka masyarakat secara daring melalui pengumuman di media sosial yang dikelola oleh Direktur Gadis Center, Nurul Samsu Pana, S.Kom., selaku Ketua Panitia.

Dari ratusan usulan yang masuk, insan pers turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi, penilaian, hingga dokumentasi kisah para calon penerima. Langkah ini melahirkan sepuluh sosok penerima award terpilih dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh desa, mahasiswa pejuang, hingga siswa kreatif.

Para penerima penghargaan tersebut adalah Fajar Susilo, Olan T. Kadir, Fahry Mohamad, Ading Suhana, Dr. Razak Umar, Arlan Latif, Ridha Yansa, Sulastri R. Sude, Suhendra Saputra Djafar, dan Dr. Riska Duduti.

Melalui pemutaran video profil, ditampilkan berbagai kisah perjuangan mereka, seperti mahasiswa yang bekerja sebagai penjual es teh, buruh bangunan, dan pengemudi ojek daring demi menuntaskan kuliah. Selain itu, ada pula pengrajin Upia Karanji, petani durian, pelestari hutan, hingga inovator yang menciptakan Iqro Braille bagi santri penyandang disabilitas.

Dalam rangkaian acara tersebut, Ketua DPRD yang akrab disapa Thomas menyerahkan secara langsung penghargaan kepada dua tokoh inspiratif.

Penghargaan pertama diberikan kepada Olan T. Kadir (Kategori Tokoh Desa) atas dedikasinya merawat tradisi sebagai pengrajin Upia Karanji, dan penghargaan kedua diberikan kepada Suhendra Saputra Djafar (Kategori Tokoh Mahasiswa Pejuang) yang gigih berkuliah sambil bekerja serabutan.

Sementara itu, Pembina Sumo Foundation, Suharso Monoarfa menegaskan, gagasan penganugerahan ini lahir dari kejelian wartawan di Gorontalo yang konsisten mengangkat sosok-sosok yang bekerja dan berbakti secara senyap tanpa mengejar popularitas.

Suharso mengingatkan, proses pembangunan daerah tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan butuh kontribusi kolektif dari seluruh elemen masyarakat.

“Tidak ada satu orang pun yang boleh mengatakan dirinya sendiri yang menjadi pahlawan. Kita semua memberikan kontribusi, sekecil apa pun,” ujar Suharso Monoarfa.

Penganugerahan Sumo Foundation Awards 2026 yang ditutup dengan penuh kebersamaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat luas untuk terus berkarya, sekaligus menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih inklusif.(Adv)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *