HIMPUN.ID – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke peternakan sapi terintegrasi di Desa Ilomangga, Kecamatan Tabongo, Kamis 26 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan guna melihat kesiapan lokasi yang direkomendasikan sebagai salah satu tempat pelaksanaan Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) tahun 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi II Hamzah Idrus memberikan apresiasi tinggi terhadap sistem pengelolaan peternakan di Desa Ilomangga. Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menilai konsep integrasi limbah yang diterapkan sudah sangat maju karena mampu mengolah kotoran sapi menjadi biogas dan kompos.
Inovasi ini dianggap tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi para peternak lokal.
“Peternakan ini sudah menunjukkan konsep yang baik karena limbah kotoran sapi tidak terbuang percuma, melainkan diolah menjadi biogas dan kompos yang bermanfaat. Ini bisa menjadi contoh peternakan terintegrasi di Provinsi Gorontalo,” ujar Hamzah Idrus.
Meski memiliki potensi besar sebagai model peternakan modern, Hamzah Idrus menyoroti satu kendala krusial, yakni buruknya infrastruktur akses menuju lokasi. Jalan sepanjang kurang lebih 1,7 kilometer menuju peternakan saat ini masih berupa tanah becek dan belum mendapatkan pengerasan. Kondisi ini dinilai tidak layak jika lokasi tersebut harus melayani mobilitas kendaraan peserta skala nasional.
“Kami melihat akses jalan menuju lokasi masih perlu perhatian serius. Jika ingin dijadikan lokasi PENAS 2026, maka perbaikan infrastruktur jalan menjadi hal yang sangat mendesak agar memenuhi standar kelayakan,” tegas Hamzah.
Komisi II berharap adanya sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur jalan tersebut.
Dengan dukungan akses yang memadai, Desa Ilomangga diharapkan siap menjadi tuan rumah PENAS 2026 sekaligus menjadi pusat percontohan pengelolaan peternakan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.(Adv)














