Example floating
Example floating
PuisiSASTRA

3 Puisi Menggugah Hati Karya Kang Thohir

0
×

3 Puisi Menggugah Hati Karya Kang Thohir

Sebarkan artikel ini
Foto ilustrasi program AI

MERAUP SEMUA TAHTA

Selembut kata untuk orang lain

Sekasar untuk yang dibenci

Meraup semua tahta

Menjatuhkan, merusakan, mencemarkan dan menghancurkan

Ambisi penuh politik

Hirap di kacamata zahir

Semakin mencekam, menggelitik

Tiada daya menara senja, berair

Brebes, 18 Juni 2025

 

MERAUP SEMUA TAHTA

Selembut kata untuk orang lain

Sekasar untuk yang dibenci

Meraup semua tahta

Menjatuhkan, merusakan, mencemarkan dan menghancurkan

Ambisi penuh politik

Hirap di kacamata zahir

Semakin mencekam, menggelitik

Tiada daya menara senja, berair

Brebes, 18 Juni 2025

 

MERAUP SEMUA TAHTA

Selembut kata untuk orang lain

Sekasar untuk yang dibenci

Meraup semua tahta

Menjatuhkan, merusakan, mencemarkan dan menghancurkan

Ambisi penuh politik

Hirap di kacamata zahir

Semakin mencekam, menggelitik

Tiada daya menara senja, berair

Brebes, 18 Juni 2025

Tentang Penulis:

Muhammad Thohir/Tahir (Mas Tair) yang dikenal dengan nama pena Kang Thohir, kelahiran Brebes, Jawa Tengah. Dari dusun/desa Kupu, kecamatan Wanasari. Dari anak seorang petani dan tinggal dari kehidupan sehari-hari bertani, berkebun, menanam bawang merah, padi, kacang, pare, cabai dan sayur-sayuran di ladang sawahnya. Kini, aku sedang menggeluti dunia tulis menulis atau literasi, khususnya sastra Indonesia. Suka menulis sejak duduk di bangku kelas empat SD dan sampai masuk ke Pondok Pesantren. Aku masih tetap aktif menulis dan semakin semangat ‘tuk menulis baik puisi maupun cerpen dan lain sebagainya yang aku tulis. Selain menulis aku juga suka membaca buku agar bisa bermanfaat untuk menambah wawasan (pengetahuan).*

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Puisi Dinda untuk Yunda Spesial Moment Ulang Tahun…

Puisi

Dia, tak dapat dicerna oleh akal. Semakin kumengenalnya,…

Puisi

Dibalik ruas jari jemari mengunci, tertukilkan risalah. Terpahat…