Example floating
Example floating
Puisi

Sauh Takdir

0
×

Sauh Takdir

Sebarkan artikel ini
Sauh Takdir (Foto: Ilustrasi AI)

Dibalik ruas jari jemari mengunci, tertukilkan risalah.

Terpahat tanpa ragu, menapaki dunia bersama di bawah Naungan-Nya.

Keseharian terus melingkar, sauh harapan enggan terlempar.

Merayu langit turunkan hujan, menyuburkan tunas, mengubur kesunyian.

Sekarang pun, tanah penantian seolah masih mengunci, dan tak sedikitpun akarku luruh menjadi benci.

Sebab, kuyakini, dibalik tirai yang tak pernah terungkap, Engkau terus menjahit rapi karya termegah, yang bergelanyut atas aminku dan aminnya.

Wahai Sang Arsitek Arasy

Tapak kaki terus mencumbu debu, suara hening terus melangit, mengetuk pintumu tanpa henti.

Hingga akhirnya tiba, aku bersandar tanpa sisa, Engkaulah dalang terbaik sepanjang masa, menyusun indah Skenario Semesta.

Gorontalo, 19 Februari 2026

Tentangku:

Fadli Sukriani Melu, aku menamakan diri dengan nama pena Kang Ly. Aku seorang pria, Alumni Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang keseharian berkelana dengan “Pena”, memandang dunia, mengabarkan pada mereka. Di sela waktu, akupun mengajar di salah satu kampus di Gorontalo. Jika berkenan untuk saling menyapa, kutitipkan Instagram: @fadlimelu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Puisi Dinda untuk Yunda Spesial Moment Ulang Tahun…

Puisi

Dia, tak dapat dicerna oleh akal. Semakin kumengenalnya,…