Example floating
Example floating
Puisi

Tirai Ego

0
×

Tirai Ego

Sebarkan artikel ini
Tirai Ego (Foto: Ilustrasi AI)

Dia, tak dapat dicerna oleh akal.
Semakin kumengenalnya, terus berubah.

Dibilang tanpa arah,
tapi jalannya tak berubah,
tertuju satu arah, Jalan-Nya!

Keseharian bersama,
akal berkelana, setan tampakan suasana seperti Neraka.
Karena, qalbuku terbalut Fana.

Aku berjalan seperti hamba
yang dirantai oleh namanya
sendiri.

Sesekali suara turun
bagai cemeti, mengoyak sunyi,
mengeratkan jarak antara
aku dan tirai yang
belum tersibak.

Namun aku masih di sini,
setia pada karat
yang kupeluk, teguh dalam
kerak yang kusebut “aku”.

Wahai Engkau yang
Memiliki Dia, katakan Padanya,
saat nuraniku bicara,
Tuntunannya Kuingini,
Saat Egoku Bicara, sesekali
ingin lari.

Tapi, Kuyakini, semua katanya, pasti apa adanya dan pasti ada apanya.

Entah sampai kapan
aku menempuh lorong ini?
Di bawah bayangnya
yang tak sepenuhnya
kupahami.

Kuharap kami tetap searah
bukan menuju cahaya yang
kasatmata, melainkan
menuju Cinta yang
meniadakan aku tanpa
pernah melenyapkan
keberadaanku.

Amin Ya Allahu Amin…!!!

Gorontalo, 21 Februari 2026

Tentangku:

Kang Ly nama Penaku, seorang pria Alumni Mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo yang keseharian berkelana dengan “Pena”, memandang dunia, mengabarkan pada mereka. Di sela waktu, akupun mengajar di salah satu kampus di Gorontalo. Jika berkenan untuk saling menyapa, kutitipkan Instagram: @fadlimelu.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Puisi Dinda untuk Yunda Spesial Moment Ulang Tahun…

Puisi

Dibalik ruas jari jemari mengunci, tertukilkan risalah. Terpahat…