Example floating
Example floating
PuisiSASTRA

4 Puisi Terbaru Heri Isnaini

0
×

4 Puisi Terbaru Heri Isnaini

Sebarkan artikel ini
4 Puisi Terbaru Heri Isnaini (foto ilustrasi diprogram oleh AI)

Prosesi Kelahiran

Sitar dengan dawai yang halus menjelajah telinga-telinga di ujung sepi

ada kerinduan abadi dalam relung ruang yang hampa

matahari terkadang membelakangi bayang-bayangmu

Apakah kau sadar bahwa ada yang telah mekar?

bebunga itu dalam taman-taman hatimu, tentu saja

tenunan langit senjakala membias angan-angan yang tak terkelupas

Coretan waktu sedang menuliskanmu pada kalender dunia

kau telah lahir dalam prosesi agung

menengadah dalam tangismu yang suci

Bandung, 1 Juni 2025

Bayang-Bayang

bayang-bayang yang kau kejar: menyihirmu dalam kesendirian

batu-batu yang kau pahat: menyulapmu dalam kesunyian

aku melihat samudra dalam secangkir sarsaparilla

mengeluarkan aroma kerinduan dan kesepian

mengapa matahari bersiasat dengan bayangannya sendiri?

apakah karena wangi tubuhmu?

ataukah sebab rasa cintaku?

bayang-bayang itu tetap seperti matamu

menyelinap dalam ruang dan relung hati

Bandung, 2 Juni 2025

Ruang Kelas Pagi Hari

Pagi ini ada senyummu

di sepanjang dinding ruang kelas

gema yang aku dengar menyublim

pada kaca dan jendela

Ah, kau begitu memesona

menjelma ribuan kata

di benakku yang sederhana

Siliwangi, 2025

Suatu Saat

suatu saat di kala senja yang temaram

lesung pipitmu masih mengulur senyuman

kau menjelma peri kecil

kita begitu lama saling mengenal

begitu dekat dan manis

suatu saat di waktu gerimis yang ramai

sorot matamu masih sebulat purnama

kau menjadi semburat cahaya

menenun semua kenangan menjadi kain utuh

di dada kita

2025

BIONARASI PENULIS

Heri Isnaini
Heri Isnaini

Heri Isnaini lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 17 Juni. Heri sangat menyukai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Pernah mengikuti acara “Temu Penyair Asia Tenggara 2018” di Padang Panjang, Sumatera Barat, mengikuti Festival Seni Multatuli 6-9 September 2018 di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Puisi-puisinya juga pernah dimuat pada Jurnal Aksara, Deakin University, Australia.

Antologi puisinya, Ritus Hujan (2016); Singlar Rajah Asihan: Kumpulan Sajak (2018); Ah, Mungkin Kau Lupa Aku Begitu Merindumu (2019); Manunggaling Kawula Gusti: Kumpulan Sajak (2020); Montase: Sepilihan Sajak (2022). Cerpennya pernah dimuat pada koran Radar Banyuwangi, Radar Kediri, dan Harian Rakyat Sultra. Beberapa media daring di Indonesia seperti Radar Utara, Restorasi News Siber Indonesia, Tebu Ireng Online, Bali Politika, Berita Jabar News, Sip Publishing juga pernah memuat karya-karyanya.

Kegiatan sehari-hari Heri adalah Dosen Sastra IKIP Siliwangi Kota Cimahi. Selain itu, Heri juga banyak beraktivitas sebagai editor dan reviewer di berbagai jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.

Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis

(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, Puisi, Tips, Edukasi, Khazanah, dan lain sebagainya, selagi bermanfaat)

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Puisi Dinda untuk Yunda Spesial Moment Ulang Tahun…

Puisi

Dia, tak dapat dicerna oleh akal. Semakin kumengenalnya,…

Puisi

Dibalik ruas jari jemari mengunci, tertukilkan risalah. Terpahat…