Example floating
Example floating
PuisiSASTRA

5 Puisi Terbaru Heri Isnaini Bulan Juli 2025

0
×

5 Puisi Terbaru Heri Isnaini Bulan Juli 2025

Sebarkan artikel ini
5 Puisi Terbaru Heri Isnaini Bulan Juli 2025. (Foto dihaslikan dari AI)

HUJAN SORE INI

aku melihat kau di setiap tetes hujan
mengenakan topi dan mantel yang kusam
apakah kau tahu aku mengintaimu
dari balik topi itu tersimpan kenangan yang laas

ada dendam dalam cahaya matahari yang lama bersembunyi
aku melihatmu menatap bunga-bunga
akan aku temukan kau dengan senyuman senja
menciptakan kemauan yang fana
ah, kemana pula akan ku sampirkan rindu ini

2025

AKU DAN SENJA

Aku masih setia dengan senja
di kota ini langit memberitakan namamu
sepanjang jalan hujan tumpah menyapu kenangan
begitu deras dan purba.

perlahan kupacu laju kehidupan dengan tergesa
matamu seperti rintik yang membasahi tiap pori-pori
masuk ke dalam aliran darah
bermuara pada jiwa yang gelisah

betapa dalam cintamu padaku
sore itu

Bandung 2025

DI PENGHUJUNG MUSIM HUJAN

di penghujung musim hujan
kami bertiga: aku, kamu, dan kata
tidak saling percaya
banyak tanda ragu menusuk kalbu
jantung melipur dalam angin yang beringsut

di penghujung musim hujan
kami bertiga: tidak saling bicara
ada rahasia bisu menampar-nampar
bibir kelu
menunggu keajaiban
pada udara yang bertuba

2025

LAKI-LAKI YANG MENCINTAI HUJAN
Kepada Sapardi Djoko Damono

sore ini hujan turun dengan warna pelangi
daun di depan rumah tampak basah
kau berada di beranda: membaca buku
segelas susu berada di atas meja: dingin
dokter melarangmu minum kopi.
Terlalu banyak kafein, katanya.

sore ini kau rela menjadi apapun:
harum tanah yang basah sesekali disapu angin menerpamu
tubuh yang ringkih menopang cintamu pada hujan
ini bulan Desember, kau harus ingat.
Juni sudahlah berlalu

sore ini kau berubah menjadi hujan
titik-titiknya berpendar di sela-sela kenangan
kau begitu senang menjadi hujan
mengilhami semua jiwa di langit
menghidupkan seluruh tubuh di bumi

ah, kau terlupa
rokok yang sedari tadi kau hisap telah habis.

2025

RAHASIA AKU, KAU, DAN HUJAN

aku tahu engkau mengerti gelisahku
kegelisahan purba: Adam dan Hawa
pencariannya tanpa muara. Hampa

aku tahu engkau memahami rinduku
kerinduan sunyi: Aku dan Engkau
pemaknaannya tanpa arti. Sepi

besok hujan akan menemuimu
dengan air yang menetes satu-satu:
kesejukan Kautsar

besok hujan akan menemuimu
dengan angin yang menerpa sepoi-sepoi:
ketenangan Kama

aku akan menemuimu bersama hujan
apakah kau masih sendiri?
di bangku panjang lorong kelas itu
masih tabah menunggumu
Desember, ujarmu
hujannya begitu bijak

menyimpan rahasia langit

2025

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Puisi

Puisi Dinda untuk Yunda Spesial Moment Ulang Tahun…

Puisi

Dia, tak dapat dicerna oleh akal. Semakin kumengenalnya,…

Puisi

Dibalik ruas jari jemari mengunci, tertukilkan risalah. Terpahat…