Example floating
Example floating
Pemda Gorontalo

Didukung Gusnar Ismail, Bayer Indonesia Kenalkan Dua Benih Jagung Bioteknologi Baru di Penas

0
×

Didukung Gusnar Ismail, Bayer Indonesia Kenalkan Dua Benih Jagung Bioteknologi Baru di Penas

Sebarkan artikel ini
Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-XVII tahun 2026 Bayer Indonesia mendampingi petani dengan menghadirkan benih hibrida unggul DEKALB yang terbukti mendukung produktivitas serta kesejahteraan petani, seperti varietas DEKALB DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat, Minggu 21 Juni 2026 (Foto: Himpun.id/Agung Nugraha).

HIMPUN.ID Bayer Indonesia menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional melalui partisipasinya dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026.

Dalam ajang tersebut, Bayer mendampingi petani dengan menghadirkan benih hibrida unggul DEKALB yang terbukti mendukung produktivitas serta kesejahteraan petani, seperti varietas DEKALB DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat.

Sebagai langkah konkret dalam mengakselerasi transformasi teknologi pertanian, Bayer juga memperkenalkan dua varietas jagung bioteknologi terbaru, yakni DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro, yang dijadwalkan akan hadir secara komersial pada tahun 2027 untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Inovasi teknologi ini sejalan dengan target pemerintah yang membidik produksi jagung nasional tahun 2026 mencapai 18 juta ton pipilan kering demi mencapai swasembada pangan.

Target tersebut dirancang berkelanjutan menuju kemandirian pangan dengan sasaran sekitar 25,89 juta ton menjelang tahun 2029, guna mewujudkan visi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail menekankan, inovasi teknologi pertanian, termasuk yang ditampilkan Bayer, merupakan momentum strategis untuk mendorong peningkatan kapasitas petani sekaligus memperkuat posisi Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional.

“Produktivitas jagung di provinsi ini terus meningkat secara signifikan untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ungkap Gusnar dalam rangkaian kegiatan Penas, Minggu 21 Juni 2026.

Sementara itu, Yuchen Li selaku Presiden Direktur Bayer Indonesia menegaskan, inovasi benih dari Bayer merupakan respons langsung terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani di lapangan.

“Fokus kami adalah mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani melalui solusi yang berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus menyediakan akses teknologi mutakhir, sehingga petani siap menghadapi tantangan pertanian, baik sekarang maupun di masa depan,” kata Yuchen.

Terkait teknologi benih DEKALB, Commercial Unit Lead East Area Bayer Crop Science Indonesia, Wahyu Dwi Setiawan menjelaskan, kualitas benih jagung hibrida DEKALB telah terbukti berkat performa yang stabil dan ketahanan adaptif yang didukung oleh riset mendalam.

Varietas DEKALB seperti DK09C Super Gaul, DK19C Cantik, dan DK79C Kuat memiliki toleransi tinggi terhadap penyakit bulai dan busuk batang.

“DEKALB DK79C Kuat, khususnya, memiliki rendemen tinggi hingga 82 persen, batang kokoh tahan rebah, serta masa panen yang (sekitar 100 hari) sehingga memudahkan petani dalam mengatur pola tanam,” ujar Wahyu.

Wahyu juga menerangkan, di ranah bioteknologi, untuk pertama kalinya di Indonesia, DEKALB DK19S Cantik Pro dan DK09S Super Gaul Pro akan hadir sebagai jawaban atas ancaman serius hama Fall Armyworm/FAW (Ulat Grayak), Stem Borer (Penggerek Batang), Asian Corn Borer (Penggerek Batang Asia), dan Ear Worm (Ulat Tongkol).

“Hama FAW yang pertama kali terdeteksi di Indonesia tahun 2019 ini memiliki daya sebar yang sangat agresif. FAW mampu menurunkan hasil panen 20-50 persen, bahkan berisiko memicu kegagalan panen total (puso),” tambah Wahyu.

Adopsi benih jagung bioteknologi ini diharapkan dapat berkontribusi besar dalam langkah mitigasi untuk mengamankan target produksi jagung nasional.

Selama perhelatan PENAS kali ini, Bayer menghadirkan dua akses utama bagi para pemangku kepentingan dan petani, yaitu anjungan khusus yang menyajikan wawasan komprehensif mengenai inovasi benih, solusi perlindungan tanaman, layanan agronomis digital, serta lahan demplot untuk Gelar Teknologi Jagung.

“Melalui lahan demplot ini, Bayer memberikan pendampingan langsung yang menjangkau sekitar 500 petani. Program ini merupakan wujud nyata komitmen Bayer dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian terkini bagi para petani lahan kecil (smallholder farmers), yang menjadi tulang punggung produksi jagung nasional,” pungkasnya.(Adv)

Reporter: Agung Nugraha
Editor: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *