HIMPUN.ID – Kawasan transmigrasi di Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), disiapkan menjadi salah satu basis utama produksi buah daerah. Pemerintah Kabupaten Gorut mengusulkan budidaya durian montong dan varietas unggul lainnya sebagai komoditas utama di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini ditujukan untuk menyelaraskan pengembangan kawasan transmigrasi dengan visi besar daerah, yakni Program Gorontalo Utara 2030 Produsen Buah (G-30 PB).
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Gorut, Roy Van Solang, saat mengikuti Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah terkait Penyelenggaraan Transmigrasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring, Kamis 6 Agustus 2026.
Roy menjelaskan, pemilihan durian montong didasari oleh potensi ekonomi yang tinggi serta kesesuaian kondisi geografis dan karakteristik lahan di kawasan Sumalata.
“Kami mengusulkan komoditas unggulan kawasan transmigrasi Sumalata adalah durian montong dan varietas unggul lainnya. Hal ini selaras dengan Program G-30 PB. Langkah tindak lanjutnya, kami akan berkoordinasi intensif dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan agar pengembangan komoditas ini masuk dalam program resmi kawasan,” ujar Roy.
Menurutnya, optimalisasi kawasan transmigrasi tidak hanya berfokus pada pemukiman dan pemerataan penduduk, tetapi juga mendorong produktivitas ekonomi warga transmigran melalui sektor pertanian berkelanjutan.
Dengan dijadikannya Sumalata sebagai sentra durian montong, Pemkab Gorut optimistis kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri sekaligus menopang ketercapaian target Gorut sebagai produsen buah pada 2030 mendatang.
Editor: Fadli Sukriani Melu














