Example floating
Example floating
DPRD Provinsi GorontaloLEGISLATIF

DPRD Gorontalo Bahas Pokir, Koperasi Merah Putih, dan Banjir

0
×

DPRD Gorontalo Bahas Pokir, Koperasi Merah Putih, dan Banjir

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, saat diwawancarai setelah Rapat Kerja Internal Komisi II, di Ruang Komisi II, Senin 6 Juli 2025 (Foto: Himpun.id/Fadli Sukriani Melu)

HIMPUN.ID – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo mengadakan rapat internal untuk membahas tiga isu penting yang menjadi perhatian publik: Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, keberlangsungan Koperasi Merah Putih, dan banjir di kawasan Tua, Kabupaten Pohuwato.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, menjelaskan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari beberapa agenda kerja sebelumnya.

“Pertama, kami menindaklanjuti hasil verifikasi Pokir di Dinas Pertanian dan Perindagkop,” ujar Mikson.

Hal ini menunjukkan komitmen Komisi II untuk memastikan aspirasi masyarakat melalui Pokir terealisasi dengan baik.

Selanjutnya, Komisi II juga fokus pada Koperasi Merah Putih.

“Kedua, memastikan Koperasi Merah Putih itu berjalan,” tambah Mikson, menekankan pentingnya keberlanjutan koperasi tersebut dalam mendukung ekonomi lokal.

Mikson Yapanto turut menanggapi isu banjir yang melanda kawasan Tua dan dampaknya hingga ke pelabuhan.

Meskipun tidak sempat meninjau langsung lokasi saat kunjungan sebelumnya, Komisi II tetap melakukan investigasi mendalam.

“Kami memang tak sempat ke atas karena keterbatasan waktu saat kunjungan hari Sabtu lalu. Tapi, kami tetap menindaklanjuti secara langsung lewat komunikasi dengan warga dan tinjauan data satelit,” jelasnya.

Dari hasil peninjauan dan komunikasi tersebut, Mikson menyatakan bahwa alur sungai tidak mengarah ke kawasan industri PT. Biomasa Jaya Abadi, melainkan ke daerah dengan topografi yang lebih rendah.

Hal ini didasarkan pada pemaparan dari pihak PT. Biomasa Jaya Abadi dan tinjauan data satelit.

Mikson menegaskan, Komisi II akan terus berupaya semaksimal mungkin dalam menyikapi dampak banjir kepada masyarakat.

“Jelas Komisi II sudah berbuat semaksimal dalam rangka melihat sejauh mana dampak daripada yang terjadi kemarin banjir,” ucapnya.’

Menyikapi berbagai isu yang berkembang, Mikson Yapanto menekankan pentingnya informasi yang berbasis data valid.

“Mereka belum ada data. Kita kan harus berdasarkan data. Bukan berdasarkan perasaan benci atau marah,” tegas Mikson.

Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Komisi II untuk bekerja secara objektif dan berdasarkan fakta dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.*

Reporter: Fadli Sukriani Melu

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *