HIMPUN.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menggelar Rapat Paripurna bersama Pemerintah Kota (Pemkot) untuk membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Rapat yang dihadiri Wali Kota, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Camat se-Kota Gorontalo ini berlangsung di Aula I DPRD, Senin 25 Agustus 2025.
Ketua DPRD Kota Gorontalo, Irwan Hunawa, menyampaikan enam program utama yang menjadi fokus dan prioritas pembangunan kota pada tahun 2026.
Menurut Irwan, enam fokus ini merupakan representasi menuju visi “Kota Jasa” yang menjadi tema pembangunan tahun anggaran 2026.
Irwan Hunawa mengatakan enam poin utama yang akan menjadi fokus penganggaran dan pembangunan pada tahun 2026 meliputi:
1. Pembinaan mental dan spiritual masyarakat dan Aparatur dengan meningkatkan peran lembaga agama dan organisasi kemasyarakatan.
2. Penanganan Sampah untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih bersih.
3. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan dan Kesehatan sebagai investasi dasar Sumber Daya Manusia.
4. Penanganan Banjir yang masih menjadi isu krusial di Kota Gorontalo.
5. Peningkatan kapasitas UMKM dan wirausaha guna mendongkrak perekonomian lokal.
6. Peningkatan Tata Kelola Pemerintahan dan Kualitas Pelayanan Publik demi birokrasi yang efisien dan transparan.
Lebih lanjut, Ketua DPRD mengungkapkan, sejalan dengan tema pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2026 dan didukung pengelolaan fiskal yang sehat, Pemkot Gorontalo menargetkan capaian pada enam indikator ekonomi makro, yaitu:
1. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 4,58 persen.
2. Tingkat Pengangguran Terbuka ditargetkan turun menjadi 3,79 persen.
3. Tingkat Inflasi ditargetkan terjaga pada kisaran 2,1 persen.
4. Angka Kemiskinan diproyeksikan sebesar 5,65 persen.
5. Indeks Rasio Gini (ketimpangan pendapatan) ditargetkan sebesar 0,393 persen.
6. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan mencapai 79,97 persen.*(Adv)
Reporter: Fadli Sukriani Melu














