HIMPUN.ID – Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan, keberadaan pondok pesantren di Kabupaten Gorontalo bukan sekadar lembaga pendidikan agama konvensional, melainkan instrumen strategis dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas.
Hal tersebut ditegaskan Bupati saat menghadiri rangkaian prosesi Haflah Akhirussanah, Khataman Alfiyah Ibnu Malik, dan Tahtiman Jamiud Durus di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Desa Sidomukti, Minggu 15 Februari 2026.
Di hadapan para santri dan wali murid, Sofyan Puhi menyoroti tantangan masa depan yang kian berat dan kompleks bagi generasi muda.
Menurut politisi Partai yang dikenal dengan visi “Gerakan Restorasi Indonesia” itu, pesantren memiliki keunggulan dalam memberikan pendidikan karakter yang tidak ditemukan di lembaga pendidikan lainnya.
“Tantangan masa depan jauh lebih berat. Pesantren adalah penopang utama agar pendidikan anak-anak kita lebih terarah dan siap menghadapi dinamika zaman tanpa kehilangan jati diri,” ujar Sofyan.
Sofyan menilai, kolaborasi antara yayasan, orang tua, dan masyarakat di Pesantren Sirojuth Tholibin telah berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang solid dan berbasis nilai keagamaan yang kuat.
Lebih jauh, Bupati Sofyan berpesan agar para santri yang telah menamatkan pendidikan kitab tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi teladan akhlak (uswatun hasanah) saat kembali ke tengah masyarakat.
Pesantren diharapkan mampu mencetak lulusan yang bertindak sebagai penjaga keseimbangan antara nilai keagamaan dan semangat kebangsaan. Hal ini dipandang krusial untuk menjaga keutuhan sosial di wilayah Kabupaten Gorontalo.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pendidikan non-formal, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berkomitmen untuk terus mengawal pengembangan pendidikan keagamaan. Sinergi ini dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.
“Terima kasih kepada para kiai, pembina, dan guru yang penuh keikhlasan mendidik santri. Apa yang kita saksikan hari ini adalah investasi besar bagi masa depan daerah,” pungkas Sofyan.(Adv)
Editor: Fadli Sukriani Melu














