Kebiasaan Masarakat Sumba dalam Bertransaksi Tanpa Uang, Sebuah Sinopsis dari Buku Ekonomi-Uma

Theresia Rachelita Devia Irani (Foto: Dok Pribadi)

Oleh: Theresia Rachelita Devia Irani

HIMPUN.ID – Buku berjudul “Ekonomi-Uma: Penerapan adat dalam dinamika ekonomi berbasis kekerabatan” ini mencoba memberikan penjelaskan tentang kerangka ekonomi tradisional dari masyarakat Lawonda, Sumba.

Dalam buku ini yang ditulis oleh Jaqualine Vel memberi gambaran tentang aturan main yang ada pada masyarakat Lawonda dalam kegiatan perekonomian mereka sehari-hari.

Perekonomian dari masyarakat Lawonda dikatakan memiliki ciri khas yang berbeda dengan perekonomian dari daerah lain.

Ciri khasnya terletak pada hubungan sosial yang melandasi tindakan ekonomi mereka. Karena hal tersebut, Vel merasa bahwa nama “ekonomi-Uma” dapat menekankan ciri khas hubungan sosial dalam ekonomi disana.

Uma sendiri diartikan sebagai rumah dalam bahasa Sumba, dan rumah adalah suatu lembaga sentral di dalam organisasi sosial dan ekonomi Lawonda.

Advertisement

Dalam buku ini disajikan pula bagaimana masyarakat Lawonda menyesuaikan kegiatan-kegiatan ekonomis mereka yang berlandas hubungan sosial tersebut dengan segala perubahan yang terjadi, terutama meningkatnya kebutuhan mereka akan penggunaan uang.

Di setiap bab buku ini terdapat contoh mengenai cara mempelajari ekonomi lokal pada masyarakat Lawonda, yaitu berbagai macam kegiatan yang berkenaan dengan produksi, distribusi dan konsumsi materi sesuai kebutuhan, serta pengorganisasian kegiatan-kegiatan tersebut.

Baca juga:Perjuangan Suku Asli Taiwan Melawan Penjajahan Jepang, Sebuah Sinopsis Film Warriors Of The Rainbow Berdasarkan Kisah Nyata

Dari apa yang dipaparkan Vel dalam pendahuluan, ia mencoba memberi gambaran awal kepada pembaca mengenai keadaan perekonomian Masyarakat Lawonda lewat sebuah koperasi yang rumit.

Dijelaskan bahwa koperasi yang terbentuk tersebut malah menimbulkan masalah-masalah sosial dalam masyarakatnya.

Adanya kecendrungan dari anggotanya untuk tidak membayar tunai, karena mereka merasa apa yang ada di koperasi tersebut juga hasil dari modal mereka dan menganggap mereka dalam organisasi tersebut “orang dekat”.

Konsep “orang dekat” ini menekankan bahwa pembayaran menggunakan uang hanya untuk “orang luar” atau dapat dikatakan orang yang tidak dekat dengan mereka. Sedangkan koperasi tersebut ada dalam lingkup kerabat atau dapat dikatakan “orang dekat”.

Konsep ini sendiri dimaknai bahwa dalam berbagai tindakan ekonomi yang melibatkan uang, orang Lawonda cenderung akan membedakannya dari hubungan sosial atau jarak sosial mereka.

Dari sini Vel juga akan menjelaskan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dan kegiatan ekonomi mereka. Hal ini untuk menggambarkan bahwa ekonomi Sumba tidak stastis karena semakin berkembangnya jaman dan munculnya ekonomi pasar disana.

Dari pendahuluan ini pun, Vel memberi sedikit gambaran mengenai konsep yang akan dia jelaskan secara lebih detail dalam buku ini.

Ia juga memberi penjelasan tentang bidang pilihan yang akan dibahas, yaitu berupa bentuk organisasi sosial, cara pertukaran barang dan jasa, cara berpikir dan legitimasi, serta berbagai pilihan cara menghasilkan uang.

Dari sini akan menghantar kan kita kepada penjelasan yang lebih detail oleh Vel dalam setiap babnya.

Buku ini sendiri dibagi menjadi beberapa bagian bahasan yang terbagi lagi dalam bab-bab. Pada bagian pertama, Vel menjelaskan tentang analisis ekonomi Uma.

Lalu bagian kedua menjelaskan tentang bagaiman cara-cara yang berbeda bagi masyarakat Lawonda menghasilkan uang.

Sedangkan pada bagian terakhir akan disajikan suatu penutup berupa garis besar dari bab-bab yang telah dibahas sebelumnya.

Pada bagian pertama, Vel mencoba menjelaskan tentang keseharian hidup masyarakat Lawonda dari kehidupan dan pekerjaan mereka.

Dengan pendapatan yang minim, bentuk kegiatan pertanian dengan teknik yang masih sederhana memberi gambaran corak kehidupan masyarakat setempat, dan juga memberi suatu kesan kompleksitas yang unik.

Selain itu Vel juga menjelaskan tentang kaitan kehidupan masyarakat tersebut dengan adanya moralitas pertukaran.

Pada masyarakat Lawonda sendiri terdapat tolak ukur dari suatu pertukaran barang yang bergantung pada ciri pribadi orang yang melakukan transaksi pertukaran.

Lalu setelah itu, dijelaskan mengenai perkembangan historis Sumba dan apa dampaknya pada perekonomian mereka.

Perkembangan ini dilihat dari masuknya pemerintahan dan gereja dalam kehidupan mereka yang membawa suatu alternatif perubahan dan membawa mereka ke kebutuhan penggunaan uang yang meningkat.

Dari situ dipaparkanlah bagaimana kerja dan tenaga kerja yang meliputi penanganan usaha pertanian, pembagian kerja dan penanganan usaha pertanian pada masyarakat Lawonda.

Disebutkan pula bahwa dalam kehidupan masyarakat Lawonda tidak ada yang dinamakan pasar penjualan tanah, melainkan yang ada adalah pertukaran akan hak penggunaan lahan tanah, karena tanah dimiliki oleh kabihu (Sekelompok orang saling terkait kepada bapak leluhur yang sama dan isteri) bukan pribadi.

Selanjutnya pada bagian kedua buku ini, lebih menyajikan bagaimana masyarakat Lawonda memiliki cara berbeda dalam menghasilkan uang akibat munculnya perubahan-perubahan tersebut.

Semua cara tersebut bergantung pada kondisi sejauh mana seseorang tersebut menguasi lahan, ternak, dan tenaga kerja, serta bagaimana kegiatan ekonomis baru tersebut diterima dalam aturan tradisional komunitas mereka.

Sedangkan pada bagian terakhir dari buku ini memberi garis-garis besar dari apa yang telah dijelaskan sebelumnya dan memberi kesimpulan tentang permasalahan ekonomi yang ada.

Sumber : Buku berjudul Ekonomi-uma: Penerapan adat dalam dinamika ekonomi berbasis kekerabatan karangan Jaqualine Vel tahun 2010

Catatan : Tulisan ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis

(Info: himpun.id menerima kontribusi tulisan dengan berbagai tema. Rubrik tulisan yang dapat di kirim yakni Opini, Resensi, Cerpen, Puisi, Tips, Edukasi, Khazanah, dan lain sebagainya, selagi bermanfaat)

Advertisement

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini