HIMPUN.ID – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Cekdam di Kelurahan Lotu, Kecamatan Dumbo Raya, Kamis 6 November 2025. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres infrastruktur yang dibangun pada tahun anggaran 2025.
Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, menyampaikan pembangunan Cekdam ini merupakan upaya strategis untuk meminimalisir dampak banjir yang selama ini kerap melanda beberapa wilayah, khususnya dari Lotu hingga Santorini.
“Jadi, kita komisi dalam rangka mengunjungi infrastruktur tahun 2025, salah satunya ini Cekdam. Karena kita ketahui bersama bahwa selama ini kalau misalnya ada musim hujan, berdampak kepada masyarakat yang ada di wilayah Lotu sampai Santorini sana dampaknya,” ujar Totok Bachtiar, politisi Partai Golongan Karya tersebut.
Totok Bachtiar mengungkapkan kabar baik terkait progres pembangunan. Pihak kontraktor telah memastikan bahwa proyek Cekdam ini akan rampung dalam waktu satu minggu ke depan.
“Alhamdulillah ini pekerjaan Cekdam tadi kami sudah lihat, sudah berlangsung, dan bahkan dari pihak kontraktor itu, sudah memastikan Insya Allah rampung satu minggu lagi sudah selesai ini pembuatan Cekdam,” tambahnya.
Totok berharap, selesainya pembangunan Cekdam ini akan meminimalisir persoalan banjir dan buangan sedimen pasir ke rumah-rumah penduduk.
Meskipun pembangunan Cekdam telah maksimal, Totok Bachtiar menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar.
Totok meminta masyarakat untuk tidak sembarangan menebang pohon di sekitar lokasi.
“Kami harapkan kepada masyarakat di sekitar, jangan sembarangan menebang pohon-pohon yang ada di sekitar sini. Karena kalau misalnya pohon-pohonnya ditebang, maka otomatis biar seberapa besarpun Cekdam yang kita buat, kalau masyarakat tidak menjaga lingkungan yang ada di sini, itu percuma,” tegas Totok.
Totok bahkan berharap agar pepohonan yang ada dilestarikan. Mengenai pengambilan pasir, Totok mempersilakan masyarakat, asalkan tetap menjaga lingkungan dan tidak merusak, terutama pohon-pohon.
“Mudah-mudahan ini begitu rampung, persoalan banjir yang ada atau buang-buangan sedimen pasir ke rumah-rumah penduduk, Insya Allah bisa teratasi,” pungkas Totok Bachtiar.(Adv)














