Example floating
Example floating
KHAZANAH

Meraih Malam Lailatul Qadar, Begini Tatacaranya!

0
×

Meraih Malam Lailatul Qadar, Begini Tatacaranya!

Sebarkan artikel ini
Meraih Malam Lailatul Qadar, Begini Tatacaranya!, Ilustrasi Pixabay/Mario Vogelsteller

HIMPUN.ID – Semua umat Islam sangat menanti malam Lailatul Qadar.

Sebab, malam Lailatul Qadar adalah malam yang mendapat tempat spesial di sisi Allah SWT.

Dikutip himpun.id dari jateng.kemenag, dalam artikel ‘Kiat-Kiat Meraih Malam Lailatul Qodar’ yang ditulis A. Rosidin, salah satu yang masyhur, bahwa malam Lailatul Qadar ialah malam yang sangat mulia, kemuliaannya lebih baik dari malam 1000 bulan.

Hal ini sebagaimana firman Allah di dalam al-Qur’an.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3).

Dijelaskan A. Rosidin, malam Lailatul Qadar bisa diartikan jika seorang muslim beribadah pada malam tersebut, berarti ia mendapat fadhilah ibadah selama 83 tahun lebih, sedangkan belum tentu seorang muslim bisa hidup selama itu.

“Tetapi Allah menyiapkan itu untuk Ummat-Nya. Dan tentu saja kemuliaan yang besar tidak begitu saja mudah didapatkan, perlu usaha dan upaya yang maksimal dan Istiqomah guna mendapatkannya,” jelas A. Rosidin.

Lailatul Qadar Para Malaikat Memiliki Tugas Khusus

Dilansir dari kemenag dalam artikel ‘Khutbah Jumat: Menyambut Lailatul Qadar di Masa Pandemi’ ditulis M. Ishom el-Saha, dijelaskan, Lailatul Qadar keutamaannya melebihi 1000 malam.

Baca juga:Mahfud MD Sebut Pelantikan KPU-Bawaslu 12 April Bukti Pemerintah Meyiapkan Pemilu 2024

“Pada Lailatul Qadar para malaikat yang masing-masing memiliki tugas khusus yang berhubungan dengan urusan manusia, termasuk malaikat Jibril, turun semua ke bumi. Mereka membawa kedamaian dan keselamatan serta memohonkan ampunan untuk ummat Islam, sampai terbit fajar,” terang M. Ishom el-Saha.

Kapan Malam Lailatul Qadar?

Kata Ishom el-Saha, gambaran Surat al-Qadar mengenai keutamaan Lailatul Qadar inilah yang membangkitkan semangat ummat Islam untuk bertafakkur, beramal, dan memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir bulan Ramadan.

“Sebab, kapan Lailatul Qadar, terselubung penuh misteri! Adapun prediksi yang dikemukakan para ulama, itu hanya bersifat takwili atau apologi,” jelas Ishom el-Saha.

Misalnya, ada yang membuat patokan Lailatul Qadar terjadi setiap 27 Ramadan.

“Hal ini karena dalam perhitungan jumlah kata pada Surat al-Qadar terdapat 30 kata dan 114 huruf: menyerupai jumlah juz al-Quran dan pembagian surat al-Quran. Sementara lafal “HIYA” (Hatta Math’alil fajr) –yakni dhomir yang menunjuk langsung “Lailatul Qadar”– adanya pada urutan ke-27 dari total 30 kata dalam Surat al-Qadar,” ungkap Ishom el-Saha.

Baca juga:Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Doa Dikabulkan Allah

Sekalipun demikian, tidak ada anjuran bahwa kita cukup beribadah di malam tertentu seperti malam 27 Ramadan saja. Melainkan di 10 malam terakhir bulan Ramadan, kita justru dianjurkan untuk lebih giat beribadah kepada Allah Swt guna menyambut Lailatul Qadar.

Sementara itu, melansir kemenag dalam artikel ‘Menanti Lailatul Qadar, Jangan Spekulasi Waktu’ yang ditulis Muhammad Nasril, diterangkan, keberadaan Lailatul Qadar ini pasti, namun kapan waktunya selalu menjadi misteri.

“Tanggal kedatangannya tidak ada yang dapat memastikan. Tidak ada dalil yang menyebutkan secara terang kapan waktunya terjadi,” ungkap Muhammad Nasril.

Dijelaskan Muhammad Nasril, ada berbagai perbedaan pendapat ulama terkait kapan datangnya malam penuh kemuliaan ini.

“Namun, mayoritas ulama berpendapat bahwa malam kemuliaan itu terjadi di 10 hari terakhir Ramadan dan secara khusus lagi pada malam-malam ganjil, yaitu malam 21, 23, 25, 27, dan 29,” kata Muhammad Nasril.

Baca juga:Tanggapi Rencana Demo Mahasiswa 11 April, Mahfud MD: Tidak Ada Kekerasan dan Peluru Tajam

Dikatakn Muhammad Nasril, Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Pada malam tersebut Allah akan mengabulkan segala permintaan hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosanya. Nabi SAW bersabda;

“Dan barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul qadar semata-mata karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari).

Bagi anda yang ingin mendapat kemuliaan di malam tersebut, harus memperhatikan tatacara untuk mendapatkan malam lailatu Qadar.

Berikut tatacara untuk mendapatkan malam lailatu Qadar:

1. Melaksanakan Qiyamullail

2. Memperbanyak Amalan- Amalan Penting

3. Memperbanyak Doa ( Wirid )

Yang sering kita laksanakan adalah berdo’a setelah tarawih seakan menjadi suatu keharusan dan kebutuhan seorang hamba setelah usai Shalat tarawih.

Karena salah satu kemuliaan Ramadhan adalah waktu diijabahnya do’a seseorang hamba.

Dan pada malam-malam sepuluh terakhir ini, Rasul telah mencontohkan kita dalam hadisnya tentang doa yang sering beliau baca dan beliau ajarkan kepada kita melalui istrinya ‘Aisyah ra untuk kita baca dimalam-malam mulia ini, yaitu:

“Allahumma Innaka ‘Afuwwun Kariim Tuhibbul-‘Afwa Fa’fu ‘Anni Yaa Kariim”

“Ya Allah, yang Maha Mulia sesungguhnya Engkau maha pemaaf, dan Engkau mencintai Maaf, maka maafkan aku Yaa Tuhan yang Maha Mulia” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa’I, Ibnu Majah)

Inilah doa yang sering dibaca berulang-ulang oleh Nabi SAW ketika memasuki malam sepuluh terakhir yaitu tanggal Ganjil pada bulan Ramadhan, dan doa ini juga yang diajarkan oleh beliau kepada kita semua melalui istrinya ‘Aisyah guna bisa kita mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

4. Melaksanakan Shalat Sunah

Ada beberapa kesunahan melaksanakan sholat sunah pada bulan Ramdahan, terutama malam-malam sepuluh terakhir. Terutama sholat tahajud.

Ibadah sholat tahajud memiliki manfaatnya tersendiri bila dikerjakan tekun setiap malam.

Salah satu manfaatnya adalah dapat menjaga kesehatan rohani.

Baca juga:Kenali Sifat Jin dan Keadaannya di Bulan Ramadhan, Mereka Lagi Ngapain Ya?

Kita semua tahu bahwa menjaga kesehatan merupakan suatu hal penting. Dalam hal ini kesehatan tidak hanya perihal kesehatan jasmani tapi juga rohani.

Memiliki rohani yang sehat membuat kita hidup lebih damai dan mudah bersyukur. Melihat manfaatnya tersebut tak heran bila kemudian sholat tahajud dianggap sebagai ibadah sholat sunnah yang paling istimewa.

Sholat tahajud dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah isya’ sampai masuknya waktu subuh.

Namun, waktu yang paling dianjurkan adalah sepertiga malam terakhir lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh.

5. Melaksanakan Tadarus al-Qur-an

Mebaca Al-Qur-an Tidak harus mengkhatamkannya di malam itu juga, dan tidak ada juga yang mewajibkan seorang muslim untuk mengkhatamkan Al-Qur’an di malam itu.

Namun jika memang mampu dan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an itu sungguh sangat baik sekali, tidak diragukan lagi orang tersebut akan mendapat pahala yang besar.

manfaat membaca Al-Qur-an Adalah salah satu Amaliyah yang dapat menjadikan obat segala penyakit seperti Firman Allah dalam” (QS al-Israa’ 82).

وَنُنزلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِين

“Dan Kami turunkan di dalam al-Qur’an suatu yang menjadi obat (penyakit manusia) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS al-Israa’: 82). **

Sumber: Berbagai Sumber
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *