Example floating
Example floating
KHAZANAH

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat terkait Pengaruh Harta Haram pada Ilmu dan Keluarga

0
×

Penjelasan Ustadz Adi Hidayat terkait Pengaruh Harta Haram pada Ilmu dan Keluarga

Sebarkan artikel ini
Pengaruh Harta Haram pada Ilmu dan Keluarga,
Pengaruh Harta Haram pada Ilmu dan Keluarga, tangkap layar YouTube/Adi Hidayat Official

HIMPUN.ID – Mencari harta dengan cara yang halal merupakan keharusan yang mesti dijalankan oleh setiap orang.

Sebab, harta yang didapatkan dengan cara yang halal akan membawa keberkahan bagi kehidupan.

Pasang oleh ILHAM AMPO

Namun, bagaimana dengan harta yang dicari dengan cara yang haram?

Apakah harta yang dicari dengan cara yang haram akan ada pengaruhnya pada ilmu dan keluarga?

Pertanyaan di atas, sempat ditanyakan oleh seorang penanya kepada Ustadz Adi Hidayat.

Berikut pertanyaan lengkapnya dan jawaban Ustadz Adi Hidayat, dikutip himpun.id dari video yang diungggah di kanal YouTube Adi Hidayat Official Senin 7 Feberuari 2022:

Baca juga:10 Buah yang Bikin Tubuh Fit dan Tak Lelah saat Mudik

Pertanyaan

1. Apakah anak yang dari kecil diberi makan dengan harta yang haram, masih ada kemungkinan untuk berubah?

2. Apakah pekerjaan yang haram merupakan satu halangan untuk kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat?.

Misalnya kita sudah berusaha, kemudian kita sudah terus belajar mencoba untuk mendapatkan ilmu bermanfaat, tetapi pekerjaan kita masih haram? Apakah Allah akan memberikan ilmu yang bermanfaat itu?,” tanya seorang penanya kepada Ustadz Adi Hidayat.

Jawaban Ustadz Adi Hidayat

Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, pertama Allah SWT., memberikan satu zona dalam berkehidupan, yang zonasi itu tidak boleh dilampaui keluar dari zonasi itu, maka Allah kemudian menetapkan larangan-larangan yang dikenal hukumnya dengan nama haram.

Haram itu seakar dengan kata hurmah, hurmah itu sering diserap kedalam bahasa Indonesia dengan kata hormat,” jelas Ustadz Adi Hidayat.

Jadi kata Ustadz Adi Hidayat, hukum haram itu, sesungguhnya diturunkan oleh Allah untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan hamba, supaya tidak terjebak pada hal-hal yang bisa, satu meruntuhkan kehormatan.

Dua mengurangi kemuliaannya di sisi Allah, atau yang ketiga yang memberikan mudarat bagi kehidupan hamba,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Baca juga:Yuk Lihat! 10 Kota Tertajam, Terpintar di Amerika

Sedangkan ketika Allah menciptakan hamba itu, seluruh anak cucu Adam itu diciptakan dalam keadaan mulia, Qur’an Surah ke 17 Al-Isra, di ayat yang ke 70,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Berikut ayatnya:

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” (QS. Al-Isra’ Ayat 70)

“…dan kita mulia, karena itu semua kemuliaan ini Allah SWT meminta kita untuk menjaganya, bahkan melebihi makhluk-makhluk yang telah tercipta,” terang Ustadz Adi Hidayat.

Hukum Haram

Selanjtunya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, hukum haram itu diturunkan oleh Allah SWT., hukumnya untuk membatasi kita.

Dan zonasi tadi, supaya nggak keluar dari kemuliaan-kemuliaan yang telah Allah tetapkan, karena itulah kemudian misalnya ada fungsi haram yang dilekatkan pada mata, haram melihat hal-hal yang bisa merusak pandangan, meruntuhkan kehormatan, karena itu ketika memandang iman itu disebutkan dulu, Quran Surah Cahaya ayat 30,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Berikut ayatnya:

قُلْ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ اَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu, lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An-Nur Ayat 30).

Baca juga:Tips agar Mata Tak Berair saat Memotong Bawang

Palingkan pandangan dari yang tidak boleh dilihat, kenapa? salah lihat bisa terjebak pada perbuatan yang kotor, salah lihat setan masuk, bisa masuk kepada zina,” terang Ustadz Adi Hidayat.

Kata Ustadz Adi Hidayat, kalau orang sudah terjebak pada perbuatan zina, kehormatan runtuha.

“Betapa banyak orang punya kedudukan runtuh karena persoalan-persoalan tadi. Ada yang selingkuh, ada yang zina dan macam-macam, runtuhlah kemudian jabatannya, kedudukan.”

Jadi haram itu diwujudkan muncul untuk menjaga kehormatan, supaya ngak keluar dari zonasi yang kemudian dilarang oleh Allah SWT,” tegas Ustadz Adi Hidayat.

Berkaitan dengan Rizki yang Haram

Sementara itu, terkait dengan rizki yang haram, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, akan merusak.

Nah sekarang perbuatan-perbuatan haram, rizki yang haram pun akan berpengaruh merusak. Merusak kepada apa? satu semangat untuk ibadah, yang haram itu kalau masuk dia akan menutup yang halal,” terang Ustadz Adi Hidayat.

Baca juga:Tips agar Mata Tak Berair saat Memotong Bawang

Dikatakan Ustadz Adi Hidayat, ilmu Allah tidak akan masuk jika pada diri ada hijab ataun penghalang.

Diantara cahaya ilmu, misalnya kan kalau mau masuk ya,aAda sekat ada hijab disitu, karena yang haram menutupi dia, nggak masuk kepada jiwanya,” kata Ustadz Adi Hidayat.

Sehingganya, kata Ustadz Adi Hidayat cara untuk mengentaskan itu semua, dengan cara meningkatkan Taqwa kepada Allah SWT.

Bagaimana cara megnetaskan ini semua, caranya adalah, satu dengan meningkatkan Taqwa, itu yang dinasehatkan oleh para Ulama kepada siapapun, karena itu pesan Alqur’an di Qur’an surah kedua Al-Baqarah di akhir ayat 282,” ungkap Ustadz Adi Hidayat.

Berikut ayatnya:

ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ

“…Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah Ayat 282).

Baca juga:Manfaat Mangga Bagi Kesehatan; Menyembuhkan Anemia

Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat, turunan Taqwa itu dua.

“Meningkatkan ibadah dan menjauhi maksiat, meningkatkan taat menjauhi maksiat. Maka menjauhi maksiat dengan bertobat dulu ya, tinggalkan hal-hal yang kira-kira bisa menghambat segala cahaya-cahaya kebaikan, dengan Taubat kepada Allah,” pesan Ustadz Adi Hidayat. (HP1).

Sumber: YouTube/Adi Hidayat Official
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *