HIMPUN.ID – Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja strategis ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta, pada Jumat 16 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk mematangkan koordinasi terkait pengembangan program hilirisasi ternak ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo.
Rombongan DPRD diterima langsung oleh Direktur Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, di Gedung C Lantai 6 Kementerian Pertanian RI. Dalam pertemuan tersebut, dipastikan bahwa Gorontalo menjadi salah satu daerah prioritas penerima Program Pengembangan Hilirisasi Industri Ayam Terintegrasi yang merupakan agenda strategis pemerintah pusat.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa menyatakan, program yang digagas langsung oleh Presiden RI ini merupakan peluang besar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.
Ridwan menekankan, inti dari hilirisasi bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan penciptaan ekosistem usaha yang berkelanjutan.
“Peternak rakyat harus ditempatkan sebagai subjek utama. Dengan sistem terintegrasi, mereka akan memiliki kepastian usaha, stabilitas harga, serta akses pasar yang lebih luas,” tegas Ridwan.
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail, menambahkan, kunjungan ini penting untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah.
Ridwan mendorong agar program ini tidak hanya dikuasai pemain besar, tetapi juga melibatkan pengusaha lokal.
“Kami mendorong agar pengusaha lokal diberi ruang kolaborasi. Program ini harus menjadi momentum tumbuhnya pelaku usaha daerah sehingga dampak ekonominya dapat dirasakan lebih merata,” ujar Erwinsyah.
Program hilirisasi ini dirancang dengan pendekatan dari hulu ke hilir, mencakup:
1. Pembibitan: Menjamin ketersediaan bibit berkualitas bagi peternak.
2. Penyediaan Pakan: Menciptakan efisiensi biaya produksi.
3. Produksi dan Pascapanen: Memastikan produk memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan.
Dengan skema terintegrasi ini, peternak skala kecil dan menengah di Gorontalo diharapkan dapat bersaing di pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di sektor peternakan nasional.(Adv)














